Breaking News:

Miliaran Rupiah Untuk Pengadaan Buku di Perpustakaan Daerah Lembata

Sejak tahun 2018, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata gencar melakukan pengadaan buku

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata Burhanudin Kia 

”Semua buku buku penuh di gudang dan yang lain ditaruh di ruang perpustakaan,” ujar Kia.

Ia menyebutkan salah satu persoalan utama sekarang ada untuk pengolahan buku tersebut mulai dari klasifikasi buku hingga pelabelan buku. Buku yang jumlahnya ratusan ribu tersebut tidak bisa diklasifikasikan hanya dengan tenaga 5 orang saja.

Ia mengatakan tahun 2018 ada pengadaan buku 76.608 buah buku, 266 judul. Pengadaan buku tahun 2018 belum dibagikan ke desa-desa, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melakukan pengadaan buku lagi tahun 2019, sebanyak 37.440 eksemplar, 9360 judul. Buku-buku tersebut masih berserakan dan tertumpuk di gudang. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah melakukan pengadaan buku lagi tahun 2020 sebanyak 43.044 eksemplar, 10.761 judul. 

“Buku tahun 2019 dan tahun 2020 masih tertumpuk di gudang, gudang penuh sekali," kata mantan Sekretaris DPRD Lembata itu.

Tidak bosan dengan pengadaan buku selama tiga tahun berturut-turut, Dinas ini lagi-lagi melakukan pengadaan buku tahun 2021. 

Burhunudin Kia menerangkan, awalnya ada anggaran untuk pengadaan buku tahun 2021 sebesar Rp 3 miliar, namun karena pandemi Covid-19 maka dananya kurang menjadi  Rp 1,5 miliar. 

“Saya datang ke sini, pengadaan buku tahun 2021 sudah selesai,” imbuhnya.

Katanya, tugas berat yang dilakukan ke depan adalah melakukan identifikasi atau klasifikasi, pelabelan dan pendistribusian ke desa-desa. Ia mengatakan targetnya tahun 2022 semua buku tersebut sudah didistribusikan ke desa-desa. (*)

Berita Kabupaten Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved