Kamis, 9 April 2026

Kualitas Garam Malaka, NTT Penuhi Spesifikasi Industri

Kualitas garam dari Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) sudah memenuhi syarat untuk menjadi garam industri

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Bupati Malaka, Simon Nahak saat memberikan penjelasan dalam webinar Swasembada Garam Nasional Dari Nusa Tenggara Timur, Kamis 5 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN---Kualitas garam dari Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) sudah memenuhi syarat untuk menjadi garam industri.

Iklim Malaka mendukung untuk produksi garam yang kebutuhannya paling banyak itu. Bupati Malaka Simon Nahak mengatakan, kualitas garam produksi Malaka diakui Kementerian Perindustrian RI.

"Data dari Kementerian ini dapat menjadi acuan," ujar Simon dalam webinar Swasembada Garam Nasional Dari Nusa Tenggara Timur, Kamis 5 Agustus 2021.

Selain Simon, webinar dihadiri pembicara yang mewakili Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perindustrian, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Para pembicara fokus membahas potensi industrialisasi garam NTT.

Baca juga: Bupati Malaka Jadi Pembicara Nasional Soal Swasembada Garam

Simon mengatakan, kondisi alam Malaka dan beberapa daerah lain di NTT mendukung untuk produksi garam berkualitas tinggi. Selain itu, pemerintah daerah dan masyarakat siap mendukung upaya tersebut. "Kami siap membantu, silahkah datang," katanya.

Malaka dan beberapa penghasil garam di NTT tidak hanya membutuhkan investasi di sektor produksi garam saja.

Akan butuh investor untuk pengolahan garam lebih lanjut agar kualitas membaik dan benar-benar memenuhi kebutuhan industri tertentu. "Soal itu, kami percayakan kepada investor," jelas Simon.

Ia meyakini, kehadiran investasi industri garam akan mendatangkan manfaat besar bagi Malaka dan daerah penghasil garam lain di NTT.

Baca juga: Kualitas Garam Industri di Malaka, NTT Terbaik di Indonesia

Selain meningkatkan potensi pajak daerah, investasi memberi peluang peningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Malaka, lahan produksi menggunakan skema kerja sama antara warga dengan investor. Dengan demikian, lahan tetap dimiliki warga sementara investor tetap bisa memanfaatnya.

Direktur Industri Kimia Hulu pada Kemenperin, Fridy Juwono, membenarkan bahwa Malaka dan sejumlah daerah lain di NTT berpeluang menjadi lumbung garam industri nasional.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah mendukung upaya industrialisasi garam di NTT. Perizinan diharapkan dipermudah.

Kebutuhan garam industri memang terus meningkat. Saat ini, ada beberapa perusahaan sedang mengembangkan usaha dan akan membutuhkan tambahan 1 juta ton garam industri.

Di luar itu, sudah ada berbagai badan usaha yang membutuhkan lebih dari 3 juta ton garam industri per tahun.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved