Berita Malaka

Bupati Malaka Jadi Pembicara Nasional Soal Swasembada Garam

Swasembada Garam sehingga hal-hal yang berkaitan dengan garam akan dieksplore dan dikupas

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Bupati Malaka jadi Nasum seminar nasional tentang garam 

Bupati Malaka Jadi Pembicara Nasional Soal Swasembada Garam

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Sesuai rencana, Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH, MH akan membawakan materi dalam Seminar Nasional secara daring dengan tema besar Swasembada Garam Nasional dari Nusa Tenggara Timur, Kamis 5 Agustus 2021 Pukul 13.00 WIB- Pukul 15.00 WIB atau Pukul 14.00 WITA.

Selain Bupati Malaka, sebagai nara sumber lain Fridy Juwono (Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin RI), Amalyos Chan ( Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves RI) dan Marjuki (Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan BMKG).

Kadis Kominfo Malaka, Brinsyna Elfrida Klau ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 5 Agustus 2021 membenarkan hal tersebut.

"Benar bahwa Pak Bupati Malaka akan menjadi nara sumber bersama beberapa orang lainnya dalam webinar nasional tersebut," katanya.

Ditanya soal tema dan garis besarnya, Kadis Kominfo menambahkan bahwa seminar itu tentang Swasembada Garam sehingga hal-hal yang berkaitan dengan garam akan dieksplore dan dikupas untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat.

Baca juga: Bupati Malaka Instruksikan Perang Melawan Covid

"Tema utamanya tentang garam, sehingga Pak Bupati pasti akan berbicara tentang potensi dan tantangan-tantangan yang dihadapi, khususnya yang ada di Kabupaten Malaka," tutur mantan Kabag Protokol Malaka ini sambil menambahkan pastinya akan ada sinkronisasi dan persepsi dengan narasumber untuk mendapatkan kata kuncinya.

Untuk diketahui bahwa saat ini lahan seluas 300 Hektare (Ha) di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT)  tengah digarap PT Inti Daya Kencana ( IDK).

Lahan yang jadi sewa pakai di area pantai selatan Pulau Timor itu sejak 2016 sudah dilirik perusahaan dibawa Roda Mas Group untuk pengembangan garam industri nasional. Kegiatan produksi baru dilakukan pada Juni 2021 dan ditargetkan pada September 2021 akan memproduksi sekitar 300 ton.

Hasil survei PT IDK menunjukkan bahwa kualitas garam industri di Malaka ini berkualitas secara nasional dan diharapkan dapat menekan impor garam industri yang selama ini dilakukan pemerintah Indonesia.

Baca juga: Pemda Malaka Dorong Petani  Manfaatkan Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif

Pimpinan PT IDK, Sang Putu Mahardika menyampaikan hal ini di sela-sela kegiatan penanaman anakan bakau di kawasan produksi garam industri di Desa Weoe oleh Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH, Senin 5 Juli 2021.(*)

 Berita Malaka terkini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved