Kualitas Garam Malaka, NTT Penuhi Spesifikasi Industri
Kualitas garam dari Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) sudah memenuhi syarat untuk menjadi garam industri
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Fridy mengatakan, 85 persen kebutuhan garam nasional diserap oleh sektor industri. Sisanya untuk kebutuhan konsumsi. Di sektor industri, spesifikasi dan jumlahnya juga beragam.
Industri CAP membutuhkan paling banyak dengan tingkat kemurnian paling tinggi. Selanjutnya ada pertambangan dan makanan minuman yang yang juga membutuhkan garam industri.
Kebutuhan garam industri menjadi salah satu penyebab Indonesia masih harus terus mengimpor garam.
Menurut Fridy, impor garam tidak hanya dilakukan Indonesia. Amerika Serikat memproduksi garam rata-rata 42 juta ton per tahun. Meski demikian, setiap tahun AS masih mengimpor rata-rata 17 juta ton.
Impor garam AS terutama dipakai untuk mencairkan es di berbagai jalan dan fasilitas publik selama musim dingin.(*)
Berita Kabupaten Malaka Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kualitas-garam-malaka-ntt-penuhi-spesifikasi-industri.jpg)