Breaking News:

Jalan Sabuk Merah di Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Terancam Putus

badan jalan longsor dan terancam putus. Tanah di bahu jalan sangat labil dan sudah terlihat ada patahan bekas longsor. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Titik longsor di Jalan Sabuk Merah di wilayah Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Sabtu (5/2/2021).  

Jalan Sabuk Merah di Kecamatan Lamaknen Terancam Putus

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Jalan Sabuk Merah di wilayah Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu terancam putus akibat longsor beberapa waktu lalu.

Pantauan wartawan, Sabtu (6/2/2021), sekitar belasan meter badan jalan sudah longsor. Yang lebih parah sekitar 3-4 meter karena sebagian besar badan jalan longsor dan terancam putus. Tanah di bahu jalan sangat labil dan sudah terlihat ada patahan bekas longsor. 

Titik longsor berada di jalan tikungan menanjak. Memang sangat rawan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan. Mesti ekstra hati-hati.

Untuk menghindari kecelakaan, pihak pengelolan jalan nasional telah memasang garis tanda hati-hati di sisi jalan yang longsor. Garis berupa plastik itu diikat di bambu dan kayu sepanjang titik longsor. Selain garis tanda, warga juga menandakan dengan batu-batu di jalan. Di lokasi sudah standby alat berat untuk membersihkan material longsor. 

Warga setempat, Hendrik Bere Mau saat ditemui wartawan mengatakan, longsor terjadi pekan lalu akibat hujan deras selama beberapa hari.

Akibat longsor itu, dapurnya ikutan rusak. Fondasi dapurnya retak dan bergeser. Tak hanya itu, pasir yang disiapkan untuk bangun rumah sebanyak empat reit terhanyut longsor.

Hendrik mengalami kerugian lebih dari 2 juta akibat peristiwa itu. Sebagai manusia, ada rasa penyesalan karena kerugian material dan kerusakan bangunan namun di sisi lain, ia juga bersyukur karena tidak ada korban jiwa akibat longsor.

Menurut Hendrik, pemerintah desa telah meninjau kerusakan jalan dan bangunan rumahnya. Ia berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan tersebut sehingga tidak terjadi longsor susulan. 

DPRD Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan Sampah Medis 

Atasi Persoalan Limbah Medis, Pemprov NTT Bangun 3 Pusat  Pengolahan Limbah Medis B3

Kunjungi Pusat Pengolahan Sampah Medis B3 di Kabupaten Kupang, Ini Rekomendasi Komisi II DPRD NTT

Update Covid-19 NTT : Kasus Positif Covid-19 di Ende Melonjak, NTT Kini 6.282 Kasus 

Sekretaris Desa Duarato, Yeremias Bere mengungkapkan, pemerintah desa sudah mendata kerugian yang dialami warga terdampak longsor dan dilaporankan ke pemerintah Kabupeten Belu untuk ditindaklanjuti. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas). 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved