Berita Kota Kupang
Kristina Yulita, Komitmen dan Konsisten
atasan tiba kecuali jika ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tince terbiasa bekerja terjadwal dan harus punya target agar terkontrol
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
" Dengan kemajuan teknologi saya berusaha keras untuk memahami terknologi agar saya tidak tertinggal dalam menggunakan teknologi dalam pekerjaan," tuturnya.
Tince juga tidak merasa malu untuk mencari tahu tentang teknologi karena harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.
Baca juga: Begini Data Terbaru Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang
"Saya merasa malu bila saya dianggap gagap teknologi (gaptek)," tukasnya.
Karena komitmen, konsistensi dan kompetensinya, pimpinan di tempatnya bekerja yakni Rektor juga merasa sangat terbantu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sementara ketiga Wakil Rektor juga merasa sosok Tince adalah tenaga pendidik yang taat dan teliti, tanggap dengan segala kebutuhan dan tidak pernah mengeluh, sosok gang penyayang, perhatian dan kerja keras.
Para rekan kerja pun melihat sosok Tince sebagai orang yang tegas dalam prinsip ketika bekerja.
Meski banyak kesibukan di kantor, Tince tertap berusaha melakukan pekerjaan - pekerjaan sosial keagamaan seperti aktif di WKRI, KUB, stasi, Paroki dan aktif menggalang bantuan untuk korban erupsi gunung berapi Ile Ape, badai seroja di Unwira baik untuk saudara-saudari seiman maupun lainnya di sekitar lingkungannya.
Baca juga: Insentif Bagi Nakes di Kota Kupang Masih Dilakukan Verifikasi
Sebagai manusia Tince mengaku pernah merasa jenuh dalam bekerja, namun dia terus memotivasi diri dan kadang me-refreshing otak dengan mencoba resep - resep makanan dari menonton youtube.
"Setidaknya untuk menyalurkan hobi yang positif untuk menjamu anggota keluarga dengan menu - menu baru ala restoran dan itu sangat disambut baik oleh suami dan anak - anak. Hal ini menjadi kepuasan tersendiri," ungkapnya.
Bagi anak - anaknya, Kamelia W. K. Jedo, Stefania Y. D. Jedo, Mario F. T. Jedo, menantu , John Sinartha Wolo dan cucu Ratz Bumi Sagara Wolo, Tince adalah sosok sahabat yang selalu bisa diandalkan dalam segala hal. Bahkan sang cucupun kerap kali dimasakin Tince.
Menurut Tince, sang suami, Petrus Jedo dan anak - anaknya sangat mendukung pekerjaannya karena mereka tetap merasakan kehadirannya di rumah lewat hidangan yang selalu tersedia.
Baca juga: Insentif Bagi Nakes di Kota Kupang Masih Dilakukan Verifikasi
"Dan paling penting adalah tidak menomorduakan kebutuhan mereka, selalu setia melayani dalam keadaan apapun selama masih bisa. Kadang saya ditegur karena demi pekerjaan, saya kurang memperhatikan kesehatan diri saya," ungkap Tince.
Dimata sang suami, Tince adalah wanita karir sebagai sosok wanita, istri yang hebat karena bisa membagi waktu antara kerja di kantor dan keluarga, walaupun sibuk d ikantor tapi perhatian kepada keluarga sangat diutamakan.(*)
BIODATA
Nama lengkap : Kristina Yulita, SE
Tempat Tanggal Lahir : Likanaka, Ende, 24 Juli 1967
Pendidikan :
SDK Likanaka ( 1979)
SMPK Detukeli (1983)
SPG St. Ursula Ende (1985)
Universitas PGRI NTT Fakultas Ekonomi Program Studi Pembangunan (2013)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kristina-yulita-bersama-keluarga.jpg)