Kamis, 21 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Kristina Yulita, Komitmen dan Konsisten

atasan tiba kecuali jika ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tince terbiasa bekerja terjadwal dan harus punya target agar terkontrol

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kristina Yulita bersama keluarga 

Kristina Yulita, Komitmen dan Konsisten

Laporan Reporter POS KUPAG.COM, Michaella Usurazi

POS-KUPANG.COM--Kristina Yulita, perempuan asal Ende ini mengawali karirnya di Kupang sejak bulan Juni 1987 dan mulai bekerja di Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Anak kedua dari delapan bersaudara ini terbiasa hidup mandiri karena lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai anak asrama dan anak kos.

Selama 15 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juni 1987 – 31 Juli 2002 Tince, begitu dia kerap disapa, ditempatkan di Sekretarit Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus, yayasan yang mengelola Unwira. Kemudian mulai tanggal 1 Agustus 2002 – 31 Desember 2014 Tince di tempatkan di BAAK, kurang lebih 12 tahun lamanya.

Setelah ditempatkan di beberapa tempat, sejak 1 Juni 2018 hingga sekarang, Tince ditempatkan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Rektorat.

Sebagai seorang perempuan, istri dan ibu yang berkarir, Tince mengakui, tentu mempunyai kendala.

Baca juga: Update Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang, Cek Infonya

"Sebagai wanita karir saya sadar bahwa perlu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan perasaan. Banyak waktu untuk keluarga terpakai untuk urusan kerja. Bagaimana saya harus membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan, kuliah dan tugas-tugas sosial lainnya," kata Tince, Jumat, 30 Juli 2021.

"Sebagai seorang istri dan ibu tentu saya harus membagi waktu secara balance antara urusan rumah tangga, pekerjaan dan kegiatan sosial lainnya. Tentu hal itu tidak mudah, namun bila kita bisa memanagenya dan menikmati setiap tugas yang harus kita lakukan, pasti semua dapat berjalan dengan baik, walau kadang saya merasa waktu 24 jam sehari menjadi sangat kurang untuk mengerjakan semua pekerjaan yang harus saya selesaikan," lanjutnya.

Ketua WKRI Ranting Stasi Sta. Maria Angelina Noelbaki ini tidak memandang semua pekerjaan sebagai beban dan berusaha melaksanakannya satu persatu dengan mengimbanginya antara urusan rumah tangga dan pekerjaan sehingga tidak menimbulkan kecemburuan dari suami dan anak-anak. 

"Misalnya untuk melayani suami dan anak - anak, pagi - pagi saya harus bangun menyiapkan sarapan dan bekal untuk yang sekolah dan kerja, membersihkan rumah, menyiram tanaman bunga, sayuran dan mengepel rumah. Untuk pekerjaan rutin pagi saya harus menyelesaikannya sebelum jam 07.00 karena saya harus berangkat ke kantor paling lambat jam 07.00 agar saya tidak terlambat tiba di kantor," ujar Tince.

Dia berkomitmen harus tiba di kantor sebelum atasan tiba kecuali jika ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tince terbiasa bekerja terjadwal dan harus punya target agar terkontrol. 

Baca juga: Limbah Medis Meningkat, Incinerator Pemprov NTT Masih Gunakan Genset

"Saya punya komitmen dan konsisten dengan komitmen itu. Saya bekerja sesuai tupoksi, namun di rektorat sekarang terlalu banyak pekerjaan tambahan di luar tupoksi saya dan harus bisa menyelesaikannya dengan baik walaupun saya harus bekerja diluar jam kerja," kata ibu tiga anak ini.

"Saya lebih bersemangat bekerja dalam tekanan dan penuh tantangan. Komitmen saya dalam bekerja adalah kreatif dalam bekerja dengan melakukan hal-hal yang memudahkan pekerjaan kita, melayani dengan cepat dan tepat, menghindari konflik, berkomunikasi dengan baik dengan atasan, rekan kerja dan bawahan, disiplin, loyal, bertanggungjawab dan punya rasa malu bila tidak bisa menyelesaikan pekerjaan serta harus setia dan berani mempertahankan kebenaran baik dengan bawahan, rekan kerja maupun atasan," ujarya.

 Dalam bekerja, Tince hanya punya satu niat, kerja dan kerja. Apa yang bisa dia kerjakan dan membantu orang lain sesuai kemampuan.

" Dengan kemajuan teknologi saya berusaha keras untuk memahami terknologi agar saya tidak tertinggal dalam menggunakan teknologi dalam pekerjaan," tuturnya.

Tince juga tidak merasa malu untuk mencari tahu tentang teknologi karena harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi

Baca juga: Begini Data Terbaru Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang

"Saya merasa malu bila saya dianggap gagap teknologi (gaptek)," tukasnya.

Karena komitmen, konsistensi dan kompetensinya, pimpinan di tempatnya bekerja yakni Rektor juga merasa sangat terbantu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sementara ketiga Wakil Rektor juga merasa sosok Tince adalah tenaga pendidik yang taat dan teliti, tanggap dengan segala kebutuhan dan tidak pernah mengeluh, sosok gang penyayang, perhatian dan kerja keras.

Para rekan kerja pun melihat sosok Tince sebagai orang yang tegas dalam prinsip ketika bekerja.

Meski banyak kesibukan di kantor, Tince tertap berusaha melakukan pekerjaan - pekerjaan sosial keagamaan seperti aktif di WKRI, KUB, stasi, Paroki dan aktif menggalang bantuan untuk korban erupsi gunung berapi Ile Ape, badai seroja di Unwira baik untuk saudara-saudari seiman maupun lainnya di sekitar lingkungannya.

Baca juga: Insentif Bagi Nakes di Kota Kupang Masih Dilakukan Verifikasi

 Sebagai manusia Tince mengaku pernah merasa jenuh dalam bekerja, namun dia terus memotivasi diri dan kadang me-refreshing otak dengan mencoba resep - resep makanan dari menonton youtube

"Setidaknya untuk menyalurkan hobi yang positif untuk menjamu anggota keluarga dengan menu - menu baru ala restoran dan itu sangat disambut baik oleh suami dan anak - anak. Hal ini menjadi kepuasan tersendiri," ungkapnya.

Jadi Sahabat untuk Anak

Bagi anak - anaknya, Kamelia W. K. Jedo, Stefania Y. D. Jedo, Mario F. T. Jedo, menantu , John Sinartha Wolo dan cucu Ratz Bumi Sagara Wolo, Tince adalah sosok sahabat yang selalu bisa diandalkan dalam segala hal. Bahkan sang cucupun kerap kali dimasakin Tince. 

Menurut Tince, sang suami, Petrus Jedo dan anak - anaknya sangat mendukung pekerjaannya karena mereka tetap merasakan kehadirannya di rumah lewat hidangan yang selalu tersedia. 

Baca juga: Insentif Bagi Nakes di Kota Kupang Masih Dilakukan Verifikasi

"Dan paling penting adalah tidak menomorduakan kebutuhan mereka, selalu setia melayani dalam keadaan apapun selama masih bisa. Kadang saya ditegur karena demi pekerjaan, saya kurang memperhatikan kesehatan diri saya," ungkap Tince.

Dimata sang suami, Tince adalah wanita karir sebagai sosok wanita, istri yang hebat karena bisa membagi waktu antara kerja di kantor dan keluarga, walaupun sibuk d ikantor tapi perhatian kepada keluarga sangat diutamakan.(*)

BIODATA
Nama lengkap : Kristina Yulita, SE
Tempat Tanggal Lahir : Likanaka, Ende, 24 Juli 1967
Pendidikan : 
SDK Likanaka ( 1979)
SMPK Detukeli (1983)
SPG St. Ursula Ende (1985)
Universitas PGRI NTT Fakultas Ekonomi Program Studi Pembangunan (2013)

Berita Kota Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved