Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kristina Yulita, Komitmen dan Konsisten

atasan tiba kecuali jika ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tince terbiasa bekerja terjadwal dan harus punya target agar terkontrol

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Kristina Yulita, Komitmen dan Konsisten
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kristina Yulita bersama keluarga

Kristina Yulita, Komitmen dan Konsisten

Laporan Reporter POS KUPAG.COM, Michaella Usurazi

POS-KUPANG.COM--Kristina Yulita, perempuan asal Ende ini mengawali karirnya di Kupang sejak bulan Juni 1987 dan mulai bekerja di Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Anak kedua dari delapan bersaudara ini terbiasa hidup mandiri karena lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai anak asrama dan anak kos.

Selama 15 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juni 1987 – 31 Juli 2002 Tince, begitu dia kerap disapa, ditempatkan di Sekretarit Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus, yayasan yang mengelola Unwira. Kemudian mulai tanggal 1 Agustus 2002 – 31 Desember 2014 Tince di tempatkan di BAAK, kurang lebih 12 tahun lamanya.

Setelah ditempatkan di beberapa tempat, sejak 1 Juni 2018 hingga sekarang, Tince ditempatkan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Rektorat.

Sebagai seorang perempuan, istri dan ibu yang berkarir, Tince mengakui, tentu mempunyai kendala.

Baca juga: Update Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang, Cek Infonya

"Sebagai wanita karir saya sadar bahwa perlu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan perasaan. Banyak waktu untuk keluarga terpakai untuk urusan kerja. Bagaimana saya harus membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan, kuliah dan tugas-tugas sosial lainnya," kata Tince, Jumat, 30 Juli 2021.

"Sebagai seorang istri dan ibu tentu saya harus membagi waktu secara balance antara urusan rumah tangga, pekerjaan dan kegiatan sosial lainnya. Tentu hal itu tidak mudah, namun bila kita bisa memanagenya dan menikmati setiap tugas yang harus kita lakukan, pasti semua dapat berjalan dengan baik, walau kadang saya merasa waktu 24 jam sehari menjadi sangat kurang untuk mengerjakan semua pekerjaan yang harus saya selesaikan," lanjutnya.

Ketua WKRI Ranting Stasi Sta. Maria Angelina Noelbaki ini tidak memandang semua pekerjaan sebagai beban dan berusaha melaksanakannya satu persatu dengan mengimbanginya antara urusan rumah tangga dan pekerjaan sehingga tidak menimbulkan kecemburuan dari suami dan anak-anak. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved