Tribun-Sulbar.com Percepat Rehabilitasi Sulawesi Barat
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar bercerita mengenai kondisi terkini wilayahnya pascagempa bumi 6,2 Magnitudo pada Januari 2021
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar bercerita mengenai kondisi terkini wilayahnya pascagempa bumi 6,2 Magnitudo pada Januari 2021.
Ali menyampaikan saat peluncuran portal ke-53 Tribun Network, Tribun-Sulbar.com, Kamis 29 Juli 2021. Acara tersebut sekaligus membahas Pemulihan Sulbar Bumi 2021.
Menurut Ali, kondisi terkini Sulbar sudah dapat dikatakan membaik. "Kita semua forkopimda di Sulbar, wakil gubernur, sekda, OPD lain bahu membahu termasuk bangun Sulbar," ujar Ali secara virtual.
Ali mengatakan, hanya butuh dua minggu untuk memberlakukan masa tanggap darurat. Semua permasalahan tidak langsung dapat diselesaikan semudah membalik telapak tangan. "Ini sementara berlanjut terus, tidak seperti balik telapak tangan, harus bertahap," katanya.
Baca juga: Gempa Bumi 6,3 Skala Richter Guncang Sulawesi Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat masih memprioritaskan program yang telah dijalankan sebelumnya, terutama terkait dengan penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.
"Kita programkan soal kesehatan, pembangunan rumah, lapangan kerja, pembangunan rumah sakit, program permodalan UMKM, serta program jaringan pengaman sosial, jadi bagi sembako dan bantuan tunai masyarakat," tuturnya.
Sementara Wakil Bupati Mamuju Ado Mas'ud menuturkan pengalamannya saat gempa terjadi. Kala itu Ado belum dilantik sebagai Wakil Bupati Mamuju sehingga sempat berperan sebagai pengungsi sekaligus relawan.
"Saat itu saya berada di Mamuju bersama keluarga dan saat itu memang benar kami belum dilantik," katanya.
Baca juga: Gempa Tektonik 3.6 SR di Waingapu Adalah Gempa Bumi Dangkal
Ado menuturkan saat itu dia kaget dan panik. Namun dia sempat berdoa agar gempa bumi itu tak menimbulkan tsunami. Ado teringat dengan gempa bumi yang terjadi di Palu, dan berlanjut dengan tsunami.
"Secara manusiawi yang kita rasakan tentu adalah kaget dan panik, tentunya seraya kita berdoa bahwa semoga ini hanya gempa dan tidak berdampak pada tsunami dan likuifaksi seperti yang terjadi di Palu," kata Ado.
Saat itu, ucap Ado, informasi sangat terbatas. Bahkan BMKG belum merilis dimana pusat gempa dan berpotensi Tsunami atau tidak. Kediaman Ado sendiri tak luput dari kerusakan, hanya saja dia bersyukur karena kerusakan rumahnya tergolong ringan.
"Mengalami kerusakan tapi alhamdulillah kerusakannya ringan, klasifikasi ringan. Hanya pagar dan beberapa retak-retak," kata Ado.
Chief Executive Officer Tribun Network, Dahlan Dahi merasa prihatin dengan kondisi Sulawesi Barat saat ini. Pasca terjadinya gempa bumi 6,2 magnitudo enam bulan lalu, Sulbar sedang berada pada masa rehabilitasi. Kondisi ini, lanjut Dahlan, sebagai pengingat masih ada pekerjaan besar lain, selain persoalan pandemi virus Corona atau Covid-19.
"Hari ini kita diingatkan selain pekerjaan besar soal pandemi, kita juga ada pekerjaan besar yang lain, untuk merestorasi pembangunan infrastruktur di Sulawesi Barat," ucap Dahlan.
Pekerjaan besar itu, yang mendorong Tribun Network meluncurkan portal breakingnews lokal ke-53 di Indonesia, yakni Tribun-Sulbar.com.