TN Matalawa Terima Penghargaan dari Menko Polhukam

Balai Taman Nasional (TN) Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti ( TN Matalawa) menerima penghargaan

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Balai Taman Nasional (TN) Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti ( TN Matalawa) menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Kemenko Polhukam).

Penghargaan ini diberikan atas koordinasi, kontribusi aktif, dan aksi responsif dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 29 Juli 2021.

Menurut Memen, TN Matalawa pada April 2021 menerima piagam penghargaan dari Kemenko Polhukam RI karena dinilai berhasil dalam koordinasi, kontribusi aktif, dan aksi responsif dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2020.

Baca juga: Butuh Dukungan Pemkab, Selamatkan 261 ha TN Matalawa Sumba Tengah Hasil Restorasi JICS

"Penghargaan itu sesuai keputusan Menko Polhukam Nomor 40 Tahun 2021. Piagam penghargaan itu ditandatangani oleh Menko Bidang Polhukam, Prof. Dr. Moh. Mahfud. MD," kata Memen.

Didampingi Kasubag Tata Usaha, Hastoto Alifianto, Memen menjelaskan, salah satu ancaman di dalam TN Matalawa adalah kebakaran hutan dan lahan, karena itu, pihaknya membentuk Posko Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan.

Posko itu tetap siaga 24 jam. "Di kantor Balai TN Matalawa juga ada tim. Personel di posko ini selalu melakukan patroli rutin. Jika ada hotspot dicek titiknya, kemudian berkoordinasi dengan BPBD, Polres dan Kodim setempat hingga jajaran paling rendah dalam rangka pencegahan dan pengendalian kebakaran," jelas Memen.

Lebih lanjut, dikatakan, pihaknya juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar tidak merusakan atau membakar hutan.

Baca juga: PT MSM Perbaiki  Dua Ruas Jalan di Patawang Sumba Timur

"Kebakaran itu rutin terjadi setiap tahun sehingga jika tidak dikendalikan, lama-lama anakan pohon tidak tumbuh. Apalagi di padang alang-alang yang ada rawan kebakaran. Namun, kita berhasil kendalikan sehingga mendapat penghargaan," ujarnya.

Dikatakan, kebakaran itu sudah sering terjadi karena ada yang membersihkan ladang kemudian membakar sehingga api merambat ke dalam kawasan, bahkan ada sebagian akibat ulah manusia.

"Jadi mengelola kawasan TN ini tidak mungkin kita sendiri, petugas juga minim sehingga kita harapkan masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap keberadaan kawasan ini. Kita juga memberi akses kepada masyarakat dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu sehingga masyarakat merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab," ujarnya. (*)

Berita Sumba Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved