Breaking News:

Virus corona

Kematian Akibat Corona Kian Masif, Jokowi Bertahan Tak Akan Lockdown, Ini Alasannya

Kematian akibat corona kian masif, Jokowi bertahan tak akan lockdown. Ini alasannya

Editor: Adiana Ahmad
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat menyampaikan Perkembangan Terkini PPKM di Istana Merdeka, 25 Juli 2021. Kematian Akibat Corona Kian Masif, Jokowi Bertahan Tak Akan Lockdown, Ini Alasannya 

Kematian Akibat Corona Kian Masif, Jokowi Bertahan Tak Akan Lockdown, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM, JAKARTA- Indonesia menjadi negara nomor satu di dunia dengan kematian tertinggi akibat corona. 

Meski kematian akibat corona kian masif, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) tetap bertahan tak akan lockdown.

Presiden Jokowi kemudian mengungkapkan alasannya.

Jokowi mengatakan, Indonesia tak bisa menerapkan lockdown untuk mengatasi pandemi Covid-19 karena mempertimbangkan aspek ekonomi.

Baca juga: Operasi PPKM Level di Sikka, Tim Satgas Temukan Warga Masih Buka Kios dan Tempat Usaha

Dikatakan Jokowi, Diterapkan semi lockdown saja rakyat sudah menjerit, apalagi lockdown

"Virus Corona ini akan selesai kapan, WHO pun tak bisa memprediksi.Sehingga, yang selalu kita jalankan sisi kesehatannya bisa kita tangani, tetapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus dijalankan," ujarnya, Jumat (30/7), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca juga: Ternyata Begini Perbedaan PPKM Level 4 dan PPKM Darurat, Jangan Sampai Salah

"Enggak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya ditutup total," tegas Jokowi.

Ia menyebut, dengan diberlakukan semi-lockdown yakni PPKM Darurat, banyak masyarakat yang sudah menjerit.

"Kemarin yang namanya PPKM darurat itu kan namanya semi-lockdown. Masih semi saja, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved