Pengusaha KPR Kibarkan Bendera Putih Ungkapkan Fakta Tak Mampu Bayar Cicilan Mobil Gegara PPKM, Lho?

Sejumlah pengusaha kini mengungkapkan fakta bahwa mereka tak kuat lagi menghadapi pemberlakukan PPKM yang kini ditegakkan pemerintah.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Beberapa pemilik rental mobil di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memprotes pemerintah atas diperpanjangnya PPKM Level 4. Aksi protes yang dilakukannya yakni mengibarkan bendera putih lalu berkonvoi keliling kota. Gambar diabadikan Taman Monumen Arek Lancor, Kamis 29 Juli 2021. 

POS-KUPANG.COM - Sejumlah pengusaha kini mengungkapkan fakta bahwa mereka tak kuat lagi menghadapi pemberlakukan PPKM yang kini ditegakkan pemerintah.

Mereka pun mengungkapkan aspirasi dengan mengibarkan bendera putih pada mobil rental lalu melakukan konvoi keliling kota.

Aksi para pengusaha itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang masih memberlakukan aturan PPKM di Indonesia.

Bendera putih yang dikibarkan itu, sebagai tanda bahwa mereka menyerah atas pembatasan kegiatan masyarakat yang diberlakukan pemerintah selama ini.

Baca juga: Pemprov NTT Perbaruai Aturan PPKM Level 4,Ini Syarat Untuk Perjalanan dalam Wilayah NTT dan Luar NTT

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten  Pamekasan, Jawa Timur (Jatim) Kamis 29 Juli 2021 kemarin.

Ketika melancarkan aksinya tersebut, pengusaha rental mobil itu menamakan dirinya sebagai Komunitas Pejuang Rupiah atau KPR.

Aksi tersebut berjalan dalam suasana yang aman, tertib dan lancar. Aksi itu mendapat simpati sesama pengusaha lainnya di Pamekasan

Koordinator KPR Pamekasan, Khoirul Fajar mengatakan, aksi tersebut terpaksa dilakukan setelah mereka berusaha menyesuaikan diri dengan diberlakukannya PPKM.

Baca juga: Bupati Robby Antar Beras PPKM Level 4 Kepada Warganya

Namun seiring perputaran waktu, katanya, para pengusaha rental mobil tak mampu lagi menanggung biaya yang harus dikeluarkan untuk sejumlah kepentingan.

Jangankan untuk membayar angsuran mobil, untuk kebutuhan rumah tangga saja sulit dipenuhi.

“Mau dapat uang gimana, karena penyewa mobil berkurang drastis dan itu berpengaruh terhadap pendapatan yang diraih untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Khoirul Fajar.

Dia juga menyebutkan bahwa kompensasi untuk warga terdampak pandemi dan PPKM yang ditetapkan pemerintah, sebaiknya bukan hanya biaya pengganti makan.

Baca juga: Pantau PPKM Level 4 di Kota Kupang, Kapolda NTT Cek Pusat Isolasi Terpadu

Pemerintah mestinya memikirkan pula tentang solusi atas kelanjutan usaha warga yang digeluti selama ini.

Disaksikan, aksi protes itu dilakukan dengan cara berkonvoi menaiki mobil rental berkeliling Kota Pamekasan sambil mengibarkan bendera putih.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved