Dua Kali Disurati Dishub Terkait Lokasi Parkir Pengelola Pasar Wolowona Tidak Indahkan

Dinas Perhubungan ( Dishub) Kabupaten Ende, sudah dua kali menyurati pihak ketiga pengelola Pasar Wolowona

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Suasana di Jalan jurusan Ende - Maumere depan pasar Wolowona, Kamis 30 Juli 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Dinas Perhubungan ( Dishub) Kabupaten Ende, sudah dua kali menyurati pihak ketiga pengelola Pasar Wolowona untuk menyediakan lokasi parkir di dalam pasar tersebut.

Namun, diakui Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat, Zainudin Ismail, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, pengelola pasar hingga saat ini tidak indahkan surat Dishub

"Kami sudah bersurat dua kali, tetapi yah belum diindahkan. Memang pasar Wolowona rawan dengan kemacetan," ujarnya.

Dia menerangkan, pihak ketiga diminta untuk menyediakan lokasi parkir di dalam pasar guna meminimalisir kemacaten yang kerap terjadi.

Baca juga: Pasar Wolowona Jual Komoditas Lokal Harga Terjangkau, Mama Tres: Bawa Rp 50 Ribu Dapat Macam-macam 

Hingga saat ini juga, lanjutnya, Dishub belum memperoleh informasi dari pihak ketiga, kenapa belum menyediakan lokasi parkir.

Kendati pasar mingguan, namun pasar yang berada dekat ruas Jalan Ende - Maumere ini ramai setiap hari dengan aktivitas pedagang dan pengunjung dan aktivitas kendaraan.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis 30 Juli 2021, pagi, lagi - lagi terjadi kemacetan di ruas jalan Ende - Maumere dekat pasar tersebut. Warga atau pengendara yang melintas di jalan ini perlu extra hati - hati.

Kendaraan pikap pengangkut komoditas dari berbagai desa, ikut beroperasi di sekitar pasar. Juga terpantau banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan.

Baca juga: Pasar Wolowona Tanpa Tempat Sampah

Ima (30) salah satu pembeli kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, kondisi kemacaten sudah menjadi persoalan klasik yang sampai saat ini tidak terselesaikan.

"Ah itu sudah lama, begini terus (macet). Kalau pemerintah mau tegas yah tegas. Mana tempat parkirnya, penataan para pedagang begini terus, tidak tertata," keluhnya.

Menurut Ima, para pembeli yang datang serba dilema di mana harus memarkirkan kendaraan.

"Ini ada yang parkir di pinggir jalan, kita lihat ada petugasnya. Dalam situasi macet begini, apa kendaraan kita aman. Lebih baik kita bawa terus saja masuk keluar pasar, mau parkir di dalam mana tempatnya," keluhnya lagi.

Erna (45) salah satu pedagang mengeluhkan ketiadaan tempat parkir juga berdampak pada pedagang yang berjualan di dalam area pasar.

Pasalnya, para pembeli lebih cenderung berbelanja di pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Menurutnya, jika ada tempat parkir yang nyaman maka pembeli juga pasti bisa berkeliling di area dalam pasar.

"Yang jelas pembeli itu tidak mau repot. Lebih mudah kan beli di pinggir jalan. Mereka bisa nyaman ke dalam yah kalau ada tempat parkir yang nyaman juga untuk mereka," ungkapnya.

Dia berharap Pemkab Ende serius memerihatikan pasar Wolowona baik dari sisi tempat parkir, penataan tempat jualan dan ketertiban pedagang saat berjualan. (*)

Berita Kabupaten Ende Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved