Senin, 27 April 2026

Berita Manggarai Barat

Ditinggal Rekannya, Nelayan di Pulau Messah Manggarai Barat 4 Jam Terombang-ambing di Laut Lepas

Jamaluddin ditemukan masih mengapung dan terbawa arus sejuah 2 km, hingga perairan sekitar Pulau Kanawa.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Jamaluddin saat berada di kediamannya di Pulau Messah Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Minggu 25 Juli 2021.  

Ditinggal Rekannya, Nelayan di Pulau Messah Manggarai Barat 4 Jam Terombang-ambing di Laut Lepas

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Warga Pulau Messah Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dihebohkan satu nelayan yang dikabarkan hilang, Minggu 25 Juli 2021.

Jamaluddin (40), seorang nelayan ditinggalkan rekannya saat melaut di sekitar Pulau Sebayur pada Minggu dinihari pukul 01.00 Wita. 

Alhasil, ayah 5 anak itu terombang-ambing di laut lepas selama 4 jam lebih di laut lepas. 

Beruntung, seorang nelayan yang kebetulan melintas sekitar pukul 05.00 Wita menemukan Jamaluddin.

Jamaluddin ditemukan masih mengapung dan terbawa arus sejuah 2 km, hingga perairan sekitar Pulau Kanawa

Baca juga: Dua Pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Manggarai Barat Meninggal

Kepada POS-KUPANG.COM, Jamaluddin mengaku bersyukur masih diberi kesempatan hidup. 

Sebab, lanjut dia, selama berada di tengah laut, ia hanya bertahan dengan alat bantu renang kaki katak (fin) dan kacamata renang. 

"Saya pusing dan pasrah di situ," kata Jamaluddin saat dihubungi per telepon pada Minggu pagi. 

Jamaluddin mengisahkan, ia bersama 16 rekannya mengikuti kapal milik Kamaludin untuk mencari ikan dengan metode menembak ikan dasar laut. 

Kapal motor bergerak dari Pulau Messah pukul 17.00 Wita dan tiba di perairan dekat Pulau Sebayur pukul 01.00 Wita. 

Dalam perjalanan, aku Jamaluddin, ia memilih tidur di atas kapal untuk beristirahat. 

Baca juga: Bhabinkamtibmas di Kabupaten Manggarai Barat Door to Door Bagi Hewan Kurban

Selanjutnya, ia melakukan penyelaman saat tiba di Pulau Sebayur. 

"Sebelumnya selam di Sebayur Kecil lalu ke Sebayur Besar lagi. Saya kan tidur, bangun jam 1 pagi, saya lompat, teman saya mungkin tidak tahu kalau saya sudah lompat. Saya masih di bawah laut, mereka naik tidak ingat saya, mereka lanjut terus ke Kanawa, sudah sampai Labuan Bajo baru mereka ingat," tutur Jamaluddin di ujung telepon genggam. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved