Breaking News:

Berita Kota Kupang

Varian Delta Masuk NTT, DPRD Kota Kupang Minta Kewaspadaan Masyarakat

Kasihan mereka terutama pedagang makanan-makanan kecil  yang hanya berjualan dengan waktu jam operasi yang terbatas

Editor: Rosalina Woso
Dok. Pribadi
Anggota DPRD Kota Kupang, Richard Odja.  

Varian Delta Masuk NTT, DPRD Kota Kupang Minta Kewaspadaan Masyarakat

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota DPRD Kota Kupang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap varian virus delta yang telah merambah masuk ke NTT, khususnya Kota Kupang. Peran masyarakat dalam memerangi Covid-19 sangat dibutuhkan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Ricard Odja, mengatakan kelurahan yang masuk zona merah bukan sebagai sebuah tanda, namun perlu adanya kewaspadaan bagi semua pihak untuk dapat mengurangi angka kasus Covid-19 di zona tersebut.

"Ini menjadi tugas bersama dengan tetap mematuhi Prokes dan selalu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi vitamin  guna imun tubuh tetap aman," katanya, Rabu 21 Juli 2021.

Menurutnya, secara data Satgas penanganan Covid -19 Kota Kupang sesuai peta sebaran aktif Covid-19 di Kota Kupang tercatat 43 dari 51 kelurahan masuk zona merah, dan tersisa delapan kelurahan yang berada pada zona kuning atau terdapat 1-5 kasus aktif. 

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang 9.879 Orang, Naik 195 Pasien

Delapan kelurahan yang berada pada zona kuning tersebut yakni Kelurahan Airmata, Bonipoi, LLBK, Mantasi, Naioni, Merdeka dan Kelurahan Tode Kiser.

"Hal ini tentunya pemerintah perlu memberikan stimulus berupa vitamin melalui Puskesmas yang ada bagi masyarakat guna imun tubuh masyarakat tetap terjaga," imbuhnya.

Richard juga menyoroti surat edaran Nomor : 046/HK.443.1/VII/2021, yang baginya perlu dievaluasi terutama bagi jam operasional pedagang.

"Kasihan mereka terutama pedagang makanan-makanan kecil  yang hanya berjualan dengan waktu jam operasi yang terbatas," katanya.

Baca juga: 20 Ribu Anak di Kota Kupang Belum Punya Akta Kelahiran 

Hasil temuannya dilapangan, pedagang kecil merasa dilema sebab pengaturan jam operasional akan berdampak pada perekonomian. Ia menilai masyarakat kesulitan dengan penerapan PPKM.

"Untuk itu bantuan-bantuan PPKM perlu disalurkan secara cepat bagi mereka terdampak Covid-19," katanya. (*) 

Berita Kota Kupang terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved