Berita Kota Kupang
Percepatan Herd Immunity, Dinkes NTT Kembali Distribusi Vaksin ke 17 Daerah
Percepatan Herd Immunity, Dinkes NTT Kembali Distribusi Vaksin ke 17 Daerah
Penulis: Ryan Nong | Editor: Gordy Donofan
Percepatan Herd Immunity, Dinkes NTT Kembali Distribusi Vaksin ke 17 Daerah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah terus mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dengan dukungan TNI-Polri dan seluruh stakeholder pemerintahan, animo masyarakat terhadap vaksinasi kian meningkat.
Kecepatan vaksinasi menyebabkan terbatasnya ketersediaan vaksin di beberapa daerah.
Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, dr. Messerasi Ataupah menyebut dalam seminggu terakhir ketersediaan vaksin di Kota Kupang, TTS, Sumba Barat dan Lembata terbatas.
Baca juga: Pemprov NTT Salurkan 25 Ekor Hewan Kurban Saat Idul Adha 2021
Namun demikian, jelas Messe Ataupah, pemerintah provinsi telah melakukan distribusi vaksin ke 17 daerah dalam dua hari terakhir setelah menerima pengiriman vaksin dari Kementerian Kesehatan.
Rencananya, besok, Minggu 25 Juli 2021, Pemerintah Provinsi akan mengirim untuk lima daerah yang belum mendapat alokasi, yakni Rote Ndao, Lembata, Manggarai, Manggarai Timur dan Alor.
dr. Messe Ataupah mengatakan, pada Jumat 23 Juli 2021 kemarin, Dinas Kesehatan Kependudukan dan catatan Sipil NTT menerima sebanyak 10 koli vaksin atau 5.080 vial alokasi Buffer Pemerintah Pusat dengan rincian, vaksin Aztra Zaneca sebanyak 4.930 vial dan Sinovac sebanyak 150 vial.
"Vaksin baru datang kemarin. Ini untuk bagi yang kosong," kata dr. Messe.
Pemerintah, kata Messe, mengharapkan agar Puskesmas dan Rumah Sakit menggunakan semua stok vaksin yang ada untuk vaksin pertama.
Baca juga: Meninggal Di Kupang Akibat Covid-19, Bupati Sunur Dimakamkan di Lembata, Ini Penjelasan Pemprov NTT
"Diharapkan teman teman di Puskesmas dan rumah sakit, habiskan dulu semua yang ada. Kayak di Kabupaten Kupang masih terlalu banyak simpan di Puskesmas karena mereka pikir simpan untuk vaksin dosis kedua padahal tidak perlu harusnya kasih habis," ujar dr. Messe saat dihubungi, Sabtu 24 Juli 2021.
Pemerintah, tambah dr. Messe mengapresiasi dukungan TNI-Polri dan lembaga lain yang bekerja sama untuk percepatan vaksinasi di NTT.
"Kita dibantu TNI Polri sehingga masyarakat lebih percaya dan semangat, sebelumnya memang kurang semangat, harus didorong dulu. Setelah ada kerjasama Dinas Kesehatan dan TNI Polri maka semua jalan lebih baik," tambah dia.
Progres vaksin Provinsi NTT, tambah dia, untuk dosis pertama mencapai 14 persen sementara dosis kedua 7 persen.
dr. Messe juga mengakui, progres vaksinasi Provinsi NTT masih berada di rangking 20 an.