Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021, Pesta Maria Magdalena: Saksi Dunia
Injil memperkenalkan Maria Magdalena sebagai perempuan yang hadir saat peristiwa wafat Yesus
Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021, Pesta Maria Magdalena: Saksi Dunia (Yoh 20:1.11-18)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta Santa Maria Magdalena. Injil memperkenalkan Maria Magdalena sebagai perempuan yang hadir saat peristiwa wafat Yesus (Luk 27:56.61; Mrk 15:40.47; Yoh. 19:25).
Bahkan Maria Magdalena menjadi saksi kebangkitan Yesus (Mat. 28:1; Mrk. 16: 1-8; Luk 24;10; Yoh. 20:1.11-18).
Bukti ini memperkuat tradisi Gereja menyebut Maria Magdalena sebagai “apostolorum apostola”, rasulnya Para Rasul, sebab dialah yang diutus-Nya mewartakan kebangkitan Tuhan kepada Para Rasul.
Layaklah, ia berada dalam jajaran para kudus. Ia dekat dengan Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021: Ibu Mengapa Engkau Menangis, Siapa yang Anda Cari?
Para bapa Gereja pun banyak menulis pujian kepada Maria Magdalena. Santo Anselmus menulis doa cukup panjang tentangnya. Paus Fransiskus pun memutuskan, peringatan Santa Maria Magdalena pada setiap 22 Juli, menjadi pesta.
Maria Magdalena sarat dengan kisah dan tafsiran kontroversial. Banyak buku, tulisan bahkan film yang lebih merupakan tafsiran “bebas-merdeka” atas fakta narasi Injil telah beredar luas.
Dari aspek ini, kita maklum bahwa kisah seseorang yang baik-baik saja, sangat tidak menarik. Kisah yang mengandung sensasi dan skandal tampaknya lebih layak jual dan menyita perhatian.
Maria Magdalena dikisahkan sebagai seorang wanita tuna susila dan bahkan menjadi pasangan yang “dekat” dengan Yesus. Narasi-narasi ini jauh lebih menarik dan mengundang sensasi, sebab skandal itu berita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021, Pesta St. Maria Magdalena: Bukan Pendosa
Kesucian bukanlah soal sensasi, tapi relasi kedekatan dengan Tuhan. Teladan itulah yang telah ditunjukkan Maria Magdalena yang mesti menginspirasi hidup.
Kisah Injil hari ini sesungguhnya menarasikan betapa besar kasih Maria Magdalena kepada Yesus. Kematian Yesus menjadi tragedi kehinaan dalam pandangan orang Yahudi, yang tidak pantas dihormati.
Tapi Maria Magdalena “melompati” cara pandang primodial kaku ini. Dia hendak menghormati Tuhan dengan meminyakinya.
Saat tiba di kuburan, batu penutup pintu makam sudah terguling. Mayat Yesus sudah tidak ada lagi di dalam kubur. Kubur kosong. Fakta ini menunjukkan Ia hidup. Tetapi Magdalena tidak langsung menyimpulkan Yesus hidup.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 21 Juli 2021: Tanah Subur
Rencana Allah memang tidak sepenuhnya dipahami manusia. Apalagi kondisi Yerusalem setelah kematian Yesus sangat mencekam. Kubur kosong itu adalah undangan menjadi saksi kebangkitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)