Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021, Pesta Maria Magdalena: Saksi Dunia

Injil memperkenalkan Maria Magdalena sebagai perempuan yang hadir saat peristiwa wafat Yesus

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Kesucian bukanlah soal sensasi, tapi relasi kedekatan dengan Tuhan. Teladan itulah yang telah ditunjukkan Maria Magdalena yang mesti menginspirasi hidup.

Kisah Injil hari ini sesungguhnya menarasikan betapa besar kasih Maria Magdalena kepada Yesus. Kematian Yesus menjadi tragedi kehinaan dalam pandangan orang Yahudi, yang tidak pantas dihormati.

Tapi Maria Magdalena “melompati” cara pandang primodial kaku ini. Dia hendak menghormati Tuhan dengan meminyakinya.

Saat tiba di kuburan, batu penutup pintu makam sudah terguling. Mayat Yesus sudah tidak ada lagi di dalam kubur. Kubur kosong. Fakta ini menunjukkan Ia hidup. Tetapi Magdalena tidak langsung menyimpulkan Yesus hidup.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 21 Juli 2021: Tanah Subur

Rencana Allah memang tidak sepenuhnya dipahami manusia. Apalagi kondisi Yerusalem setelah kematian Yesus sangat mencekam. Kubur kosong itu adalah undangan menjadi saksi kebangkitan.

Iman tumbuh berkat penglihatan. Semakin masuk lebih dalam, semakin kita melihat kemuliaan Kristus.

Tuhan tidak ingin dihormati sebagai seorang pahlawan yang tragis tetapi sebagai Raja yang menang. 

Maria Magdalena lebih beruntung dari perempuan-perempuan yang lain. Ia tidak hanya menjadi saksi pertama kubur kosong, tetapi juga saksi pertama melihat penampakan Tuhan Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 20 Juli 2021: Saudara-saudari

Perempuan-perempuan lain tidak melihat Tuhan Yesus bangkit, tetapi langsung pergi kepada para murid untuk mengatakan kubur-Nya kosong. 

Kebangkitan Kristus itu dikonfirmasi dua bukti yaitu kubur kosong dan penampakan diri Tuhan yang bangkit.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved