Breaking News:

Berita Lembata

Lembata Kekurangan Oksigen, Ini Reaksi Warga 

kehilangan orang yang paling dikasihi yakni ayah kandungnya sendiri (Yan Sunur) yang meninggal karena Covid-19. 

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur meninggal dunia akibat Covid-19 di RS Siloam Kupang pada pukul 16.00 Wita, Sabtu, 17 Juli 2021. Jajaran Forkopimda Kabupaten Lembata langsung menggelar rapat koordinasi di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata. Jenazah dikabarkan akan tiba di Lembata, Minggu pagi besok. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wabup Lembata Thomas Ola Langoday.  

Lembata Kekurangan Oksigen, Ini Reaksi Warga 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Sebagian masyarakat kita belum percaya dengan Covid -19 bahkan ada yang menuding Covid-19 ladang bisnis bagi tenaga kesehatan.

Hal ini tidak tidak benar, banyak tenaga kesehatan termasuk dokter yang meninggal karena Covid-19.

Demikian disampaikan Dokter Spesialis Kandungan yang selama ini merawat pasien Covid-19 di RSUD Lewoleba, Jimmy Sunur kepada wartawan di rumah jabatan wakil bupati Lembata, Sabtu 17 Juli 202. 

Dia menegaskan Covid-19 itu walaupun tidak kelihatan namun nyata. Virus corona ini kata Jimmy Sunur tidak padang buluh.

Baca juga: Meninggal Di Kupang Akibat Covid-19, Bupati Sunur Dimakamkan di Lembata, Ini Penjelasan Pemprov NTT

Ia menyerang siapa saja, kapan dan dimana saja.

Dirinya juga pernah kehilangan orang yang paling dikasihi yakni ayah kandungnya sendiri (Yan Sunur) yang meninggal karena Covid-19. 

Begitu juga teman-teman dokter dan tenaga kesehatan  yang terpapar bahkan meninggal karena Covid-19.

Saat ini, termasuk di Kabupaten Lembata, obat-obatan dan persediaan oksigen masih menipis.

Baca juga: Thomas Ola Langoday Ditunjuk Jalani Tugas Sebagai Bupati Lembata Sementara

Ia berujar dengan adanya Covid-19, tingkat pemakaian oksigen sangat tinggi.

Persediaan oksigen di rumah sakitmenipis karena tingkat pemakaian untuk pasien Covid-19 sangat tinggi.

Menurutnya, begitu banyak isu liar di tengah masyarakat dan media sosial yang menggambarkan seolah-olah virus corona ini tidak ada, lahan bisinis bagi pemerintah dan tenaga kesehatan.

Isu-isu liar seperti itu, tegasnya, adalah tidak benar.

“Covid itu nyata, sekali lagi saya katakan Covid itu nyata, Covid itu bukan buatan pemerintah. Dan saya tegaskan tidak ada satu tenaga kesehatan pun yang mengcovidkan pasien. Kami dokter dan tenaga kesehatan taruh nyawa, bukan hanya kami saja tapi juga keluarga kami. Percayalah, Covid itu nyata," tegasnya.

Baca juga: Begini Penjelasan Pihak RS Siloam Kupang Terkait Meninggalnya Bupati Lembata

Covid-19 yang menyerang tubuh manusia, ungkap dokter Jimmy, tingkatannya bisa ringan, sedang dan berat, sangat tergantung imunitas masing-masing orang.

Covid-19 ini tidak hanya menyerang paru-paru tapi seluruh tubuh manusia termasuk pembuluh darah.

Karena itu dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.(*) 

Berita Lembata terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved