Breaking News
Kamis, 4 Juni 2026

Berita Malaka

Komisi I DPRD Malaka Salut Polres Tertibkan Prokes di SPBU Tapi Perlu Pertimbangan Kemanusiaan

prokes covid-19 khususnya berdiam di rumah, kata Jemi, tentu berdampak pada ekonomi keluarga-keluarga menjadi sulit

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Anggota Komisi I DPRD Malaka, Jemianus Koe. 

Dewan Malaka Salut Polres Tertibkan Prokes di SPBU Tapi Perlu Pertimbangan Kemanusiaan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--Anggota Komisi I DPRD Malaka, Jemianus Koe salut terhadap langkah jajaran Polres Malaka dalam kaitannya dengan penertiban antrean warga di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).

Langkah ini tentu menegakan aturan protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19 agar tidak ada penumpukan massa.

Namun, harus juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena saat ini warga juga sangat membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) untuk kepentingan usaha pertanian dan kebutuhan urgen lainnya.

Anggota Fraksi Golkar ini kepada Wartawan di Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Jumat 16 Juli 2021 mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini memang semua bidang kehidupan menjadi lumpuh.

Baca juga: Bupati Malaka dan Keluarga Divaksin Tim Dokter RSPP Betun

Penerapan prokes covid-19 khususnya berdiam di rumah, kata Jemi, tentu berdampak pada ekonomi keluarga-keluarga menjadi sulit.

Untuk itu, langkah lain yang dilakukan warga adalah menjual BBM secara eceran.

"Saya salut langkah penertiban antrean karena warga yang ada di SPBU cukup membludak. Maksud dari jajaran kepolisian tentu berharap agar jangan ada kluster SPBU. Tapi saya kira pertimbangan kemanusiaanpun diperhatikan," katanya.

Jemi mengakui sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Weliman, Wewiku, Weliman, Malaka Barat dan Rinhat, banyak keluhan warga terkait BBM.

Baca juga: UPT Penda NTT Wilayah Malaka Gencar Sosialisasi Tax Amnesty

Pasalnya, warga yang rata-rata berprofesi sebagai petani tentu pendapatannya musiman dalam menopang ekonomi rumah tangga.

Apalagi, lanjut Jemi, dampak dari bencana banjir akibat badai seroja ditambah pandemi covid-19 membuat roda perekonomian warga semakin terseret.

"Sekarang ini suplai BBM yang dulunya mobil tengki bisa masuk ke SPBU Webriamata, sekarang sudah tidak bisa lagi. Ini karena akses penghubung antar wilayah Malaka Tengah dengan kecamatan di Dapil II yakni Jembatan Benenai putus. Kendaraan yang masuk juga dibatasi dibawa 5 ton maka jelas tengki suplai BBM macet total," kata Jemi.

Ditambahkan Jemi, penumpukan warga untuk mendapatkan BBM di SPBU Desa Wehali tentu tidak bisa disalahkan.

Baca juga: Sebastian Mamoh, Petani Milenial Malaka Hasilkan Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Cabai Merah

Memang yang perlu diawasi sekarang adalah pengaturan waktu pengisian BBM baik ke kendaraan roda dua, empat dan jeriken diperlukan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved