Tiga Pasien Covid-19 di Kabupaten Lembata Meninggal Dunia
pasien dinyatakan meninggal dengan diagnosa ARDS, Impending gagal nafas ec Pneumonia, DM tipe II, CAD dan Konfirmasi Covid
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Tiga Pasien Covid-19 di Kabupaten Lembata Meninggal Dunia
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kabupaten Lembata kembali berkabung, tiga pasien Covid 19 meninggal dunia, pada Rabu dan Kamis, 14 -15 Juli 2021. Kini jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Lembata mencapai 23 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng kepada wartawan, Kamis 15 Juli 2021 menjelaskan dua pasien Covid 19 meninggal.
Satu orang yang isolasi mandiri dan satu orang meninggal di RSUD Lewoleba Dua orang yang meninggal di RSUD usia 40 tahun lebih dan satu lagi berusia 70 tahun.
Dua pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Sementara satu orang lagi meninggal di RSUD Lewoleba Kamis 15 Juli 2021) berkelamin perempuan usia 70 tahun.
Mathias Beyeng menyatakan tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 disertai penyakit penyerta atau komorbid.
Direktur RSUD Lewoleba, Bernad Yoseph Beda mengatakan YL (wanita, 72Thn) warga Kota Baru Selatan, menjadi pasien corona ke-23 yang meninggal dunia pagi ini.
Baca juga: KOMPAK Indonesia Apresiasi Polda NTT dalam Penanganan Dugaaan Korupsi Proyek Awololong
Ia mengatakan YL pasien rujukan dari RS. Damian, masuk ke ruang isolasi-1 Covid 19 RSUD, sejak 8 Juli, dengan diagnosa konfirmasi Covid, ARDS, CAD, ISK, dan Dyspnue Sindrom.
Ia menjelaskan 1 Juli, pasien telah jalani pemeriksaan Rapid test antigen di RS Damian dengan hasilnya positif.
Bernad mengatakan sejak dirawat di ruangan isolasi, kondisi pasien terus menurun dan dini hari tadi Kamis, 15 Juli 2021 sekitar Pukul 01.22 Wita, pasien dinyatakan meninggal dengan diagnosa ARDS, Impending gagal nafas ec Pneumonia, DM tipe II, CAD dan Konfirmasi Covid-19
Sementara itu MM (44) warga Kelurahan Lewoleba menjadi pasien ke-21 yang meninggal dunia , Rabu 14 Juli 2021.
Direktur RSUD Lewoleba, Bernardus Yoseph Beda, menjelaskan MM pasien rujukan dari RS.
Baca juga: Pertama Kali, Kabupaten Lembata Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian
Damian yang masuk ke RSUD Lewoleba tanggal 9 Juli, dengan diagnosa konfirmasi Covid-19 dimana tanggal 8 Juli, pasien telah jalani pemeriksaan Rapid test antigen di RS Damian, dan hasilnya positif.
MM saat dirawat mengalami batuk kering, flu, dan sesak nafas. Karena kondisi pasien menurun, tanggal 12 Juli pasien kita pindahkan ke ruang isolasi-1 Covid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sebanyak-40-warga-positif-covid-19-desa-belobatang-lembata-lockdown.jpg)