Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Belu Bertambah

tempat tidur di ruang isolasi masih tergolong aman bila dibandingkan daerah lain di Indonesia seperti di Jawa dan Belu

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Data kasus positif COVID-19 di Kabupaten Belu keadaan Rabu 14 Juli 2021. 

Kasus Positif Covid-19 di Belu Bertambah Terus

Laporan Reporter POS Kupang. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, ATAMBUA--Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah terus setiap harinya. 

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu, terhitung 16 Juni 2021 sampai dengan Rabu 14 Juli 2021 tercatat 207 kasus positif covid-19. 

Dalam lima hari terkahir, penambahan kasus positif setiap hari berkisar 15-20 kasus. Contoh, Sabtu 9 Juli 2021 bertambah 20 kasus positif, Minggu 11 Juli bertambah 15 kasus.

Senin 12 Juli 2021 bertambah 16 kasus, Selasa bertambah signifikan sebanyak 28 kasus dan Rabu 14 Juli bertambah  31 kasus. 

Sementara data pasien sembuh dalam lima hari terakhir berkisar tiga sampai empat orang.

Baca juga: Fraksi-Fraksi DPRD Belu Apresiasi Kinerja Pemerintah. Ini Prestasi yang Dicapainya

Akumulasi pasien sembuh sejak 16 Juni sampai dengan 14 Juli 2021 sebanyak 146 orang dari total pasien positif sebanyak 207 orang. Kemudian, meninggal dunia tujuh orang. 

Saat ini, 13 pasien positif masih dirawat, sementara yang lainya menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan gejala ringan dan tanpa gejala. 

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD kepada wartawan mengatakan, jumlah kasus positif di Kabupaten Belu terus bertambah namun prosentase infeksi masih dibawah 5 persen. Kemudian, tingkat kesembuhan mencapai 85 persen. 

Selain itu, prosentase keterisian tempat tidur di ruang isolasi masih tergolong aman bila dibandingkan daerah lain di Indonesia seperti di Jawa dan Belu.

Sesuai data Satgas Covid, prosentase Bed Occupacy Ratio (BOR) di ruang isolasi COVID-19 pada RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua sebesar 2,8 persen dari kapasitas 22 bed. Sedangkan di RS Sito Husada Atambua nol persen dari kapasitas 20 bed. 

Baca juga: SMKN 5 Kupang Gelar Bimtek Penyusunan SOP

Ditanya mengenai upaya pemerintah untuk memutuskan mata rantai penularan COVID-19, Bupati Agus Taolin menjelaskan, ada sejumlah langkah kongkret yang dilakukan pemerintah antara lain, mempersiapkan secara baik sarana kesehatan di rumah sakit penanganan covid.

Mempersiapkan SDM yang memadai dan dilengkapi APD yang memadai pula. Gencar melakukan sosialisasi dan himbauan protokol kesehatan dan kebijakan PPKM kepada masyarakat. 

Menegakkan disiplin penerapan prokes di lingkungan pemerintah dan di tempat umum lainnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved