Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 14 Juli 2021: Terang di Balik Kelabu
Saat ditahbiskan atau dilantik dan mau berkarya, kita dipenuhi dengan idealisme dan program-program besar.
Tetapi, sangat boleh jadi kita dibawa ke keyakinan bahwa itulah jalan yang harus kita tempuh supaya kita bisa percaya bahwa "yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia" (bdk. 1 Kor 1:25-27).
Soalnya, jika kita selalu mencari atau menuntut "kesesuaian" atau "rasa nikmat" bagi diri kita; jika kita hanya mau bekerja sesuai dengan hobi dan talenta; jika kita hanya mau bekerja sama dengan keadaan yang menguntungkan, dengan orang yang sepaham; bagaimana kemuliaan Allah dapat terungkap dalam tindakan saya?
Memang situasi sulit, stagnan, bisa menjadi kesempatan berhenti sejenak dan melihat sisi lain di baliknya. Bahwa kita pun harus selalu siap untuk tugas yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 12 Juli 2021: Pedang
Bahwa kita pun mesti bersyukur bahwa ternyata Allah justru menunjukkan kebesaran dan misteri-Nya lewat kekecilan dan kekerdilan diri kita, bukan hanya dalam dan melalui kehebatan dan keagungan diri kita.*