Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 13 Juli 2021: Logika Euro Cup
Anda tahu bahwa penduduk Inggris sangat gila bola. Apalagi dengan klaim bahwa negerinya adalah asal sepakbola.
Jadi, peluang 31:1 untuk mendapat banyak duka. Nah ... Southgate telah memperkecil peluang untuk berduka menjadi 1:1. Tapi sayangnya, semua kerja kerasnya seakan tak lagi dilirik hanya karena kalah di final.
Logika sepakbola seharusnya bisa menyadarkan saya untuk tak hanya melihat keberhasilan, melainkan juga melihat kerja keras dan kebaikan yang telah dilakukan dan diperlihatkan orang lain.
Yesus memberi kecaman yang sangat pedas kepada kota-kota: Khorazim, Betsaida, Kapernaum. Tentu yang tertuju adalah orang-orang, penduduk ketiga kota itu.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Juli 2021: Hidup yang Menginspirasi
Ia mengecam "Celakalah ...!", karena perbuatan baik apa pun telah dilakukan oleh-Nya bagi mereka. Tapi mereka justru tidak melihatnya, bahkan menolak kehadiran dan keberadaan-Nya.
Ada satu batu pualam menarik perhatian orang, bukan hanya karena putihnya, tetapi terutama tulisan yang terpahat di situ, "The best of all is that God is with us". Tidak lain bahwa Tuhan ada beserta kita.
Ini yang mesti selalu saya tanamkan dalam pikiran dan pahatkan di hati, sehingga saya tetap percaya bahwa Tuhan itu baik dan tetap baik, meski saya tak meraih trofi kesuksesan. Kegagalan jangan sampai membuat saya tak lagi melihat kebaikan Tuhan.
Mata hati saya harus membiasakan diri untuk melihat kebaikan. Begitu saya mampu melihat kebaikan, kebernilaiannya tampak dengan sendirinya dan akan memengaruhi dan membuat hidup saya bernilai, menjadi baik. *