Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 8 Juli 2021: Bukan Komersialisasi Pewartaan

Yesus  memerintahkan kedua belas murud-Nya untuk pergi dan mewartakan Injil. “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan sorga sudah dekat.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Pewartaan itu tidak cukup dengan kata-kata tetapi yang lebih utama adalah kesaksian hidup. Orang Latin bilang: verba movent, exempla trahunt. Kata-kata menggerakkan tapi teladan hidup lebih menarik. Seluruh hidup dan karya mesti menjadi sebuah ajakan bagi orang lain untuk mengalami Allah.

Maka para murid mesti menjadi “tanda” hadirnya Kerajaan Allah. “Tanda” kehadiran utusan Tuhan itulah yang menjadi makna terdalam dari perutusan ini.

Pewartaan di zaman modern ini memiliki konteks yang berbeda dengan zaman dimana Yesus hidup dan menyampaikan pewartaan-Nya. Namun Sabda Tuhan tetap selalu kontekstual pada setiap zaman dengan penafsiran yang lebih kreatif tanpa kehilangan substansi.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Starting Twelve

Zaman yang terus berubah menuntut metode dan sarana pewartaan yang selaras zaman. Inti warta Kerajaan Allah mesti diterjemahkan dengan medium selaras zaman agar pesan yang disampaikan tiba pada pendengar. Jika tidak, pewartaan akan ketinggalan zaman, jadul dan kedaluwarsa.

Yesus menyadarkan para murid agar melaksanakan karya perutusan dalam hati sederhana. Hal yang utama adalah kebebasan memberi karena Allah pasti menyediakan segala yang dibutuhkan pada waktunya.

Sabda Yesus “Seorang pekerja patut mendapat upah” (Mat 10:10) merupakan kulminasi dari karya pewartaan. Perutusan itu bukan karena jaminan fasilitas dan kemampuan manusia.

Allah yang menjadi kekuatan utama. Inilah sumber kepercayaan dalam karya. Perutusan akan berhasil tidak hanya karena fasilitas dan jaminan, meski hal ini tidak bisa terelakkan di tengah tuntutan zaman tapi rahmat Allah yang menjadi energi utama.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 6 Juli 2021: Lelah dan Telantar

Maka para murid Tuhan mesti selalu menyediakan ruang di dalam diri dan hidup agar Allah sungguh hadir dan menjadi sumber kekuatan utama sehingga kita benar-benar menjadi suara-Nya dan kuasa-Nya di tengah dunia ini. *

Renungan Harian Katolik lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved