Tips Sehat

7 Khasiat Kopi untuk Kesehatan, Bisa Mengurangi Peradangan Akibat Covid-19?

Manfaat utama mengonsumsi antioksidan setiap hari adalah dapat membantu mengurangi peradangan.

Editor: Agustinus Sape
Dok POS-KUPANG.COM/istimewa
GM KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering (kopiah) bersama Dirut LPDB, Supomo, Ketua Bidang Manajemen; Usaha Dekranas Kemenkop, Ny. Susana Teten Masduki, menikmati kopi Manggarai, Rabu 9 Juni 2021 di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores. Kopi berkhasiat untuk mengurangi peradangan. 

7 Khasiat Kopi untuk Kesehatan, Bisa Mengurangi Peradangan Akibat Covid-19?

POS-KUPANG.COM - Masyarakat kita sudah lama mengenal kopi sebagai minuman penyegar dan bikin semangat.

Saking nikmatnya, sebelum sarapan, orang harus minum kopi pagi dulu.

Begitu pun sebelum makan malam, orang harus minum kopi sore dulu.

Karena begitu melekatnya dengan kehidupan harian, masyarakat kita bahkan harus menyediakan sebagian besar lahan miliknya untuk ditanami kopi.

Baca juga: Khasiat Kopi bagi Kesehatan, Ini Jenis Kopi yang Sebaiknya Anda Minum

Maksudnya, agar tidak perlu membeli kopi, melainkan tinggal memetik kopi sendiri lalu diolah untuk diminum.

Soalnya kalau sudah terbiasa minum kopi lalu tiba-tiba tidak ada kopi, semua jadi tidak nyaman.

Ketika mengalami ketergantungan pada kopi, orang harus mencari ke mana-mana atau membeli di kios.

Baca juga: Manfaat Lidah Buaya Membersihkan Karang Gigi, 2 Kali Sehari Hanya 10 Menit Bagaimana Caranya?

Berapa pun harganya asal keinginan untuk menikmati kopi bisa terpenuhi.

Seenak apa sih kopi? Seberapa besar manfaatnya untuk kesehatan sampai harus dibudidayakan atau dicari?
Bukankah ada orang juga yang kemudian menjadi tidak nyaman setelah minum kopi?

Perutnya jadi kembung, jantungnya berdebar-debar, gelisah hingga tidak bisa tidur semalaman?

Baca juga: Manfaat Daun Jambu Biji Hentikan Rambut Rontok, Lebih Bagus Dilakukan Malam Hari, Bagaimana Caranya?

Sebagai minuman yang banyak digemari, kopi ternyata sempat diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen (zat yang menyebabkan pertumbuhan sel kanker) oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di awal tahun 90-an.

“Namun, penelitian 25 tahun terakhir telah menghasilkan data lebih baik dan memperluas pemahaman kita tentang dampak kopi terhadap kesehatan,” kata Shahzadi Devje, RD, seorang pendidik diabetes bersertifikat di Toronto, Kanada.

Berdasarkan penelitian, sejauh ini tidak ada bukti konklusif yang mendukung keyakinan bahwa kopi itu buruk.

Baca juga: Lidah Buaya Miliki Kandungan Apa, Ini Manfaat Lidah Buaya yang Sering Diabaikan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved