Breaking News:

Undana Kupang Lepas 869 Wisudawan, Rektor Fred Benu Singgung Tantangan Perubahan Iklim

Undana Kupang Lepas 869 Wisudawan, Rektor Paparkan Tantangan Perubahan Iklim

Editor: Gordy Donofan
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Rektor Undana Kupang, Prof. Fred Benu saat memindahkan tali kucir wisudawan di Auditorium Undana, Senin 28 Juni 2021. Wisuda kali ini ada 869 wisudawan. 

Pada angka ini, lanjut Rektor Undana, sumber daya Indonesia mencukupi untuk mendukung penghidupan berkelanjutan, hanya untuk jumlah penduduk sebanyak 196,86 juta, sedangkan jumlah penduduk Indonesia saat ini bertambah 32,26 juta dari sensus penduduk 10 tahun sebelumnya.

Baca juga: Akhiri Masa Jabatan 2022, Rektor Undana Minta Fungsikan Kawasan Besipae

“Memasuki dasawarsa yang oleh OECD, dalam publikasinya Education 2030: The Future We Want, dinamakan “dasawarsa perubahan iklim dan penipisan sumber daya alam,” ungkapnya.

“Hal ini sesungguhnya merupakan konsekuensi logis dari pola hidup yang kita jalani, sebagai manusia sejak selama puluhan bahkan ratusan abad lampau,” tambah Prof. Fred.

Oleh karena itu, ungkap Rektor Undana, ketika bencana tiba, sebagaimana Badai Seroja melanda NTT pada 4-5 April lalu, itu bukanlah “hukuman” yang bisa diterima begitu saja.

Sebagaimana lirik lagu, Untuk Kita Renungkan yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade, “ini bukan hukuman, hanya satu isyarat, bahwa kita mesti banyak berbenah”.

“Bahwa bencana yang kita alami sesungguhnya adalah akibat dari perlakuan semena-mena kita terhadap lingkungan hidup kita. Bukan hanya terhadap lingkungan fisik seperti halnya bumi, langit, dan segala isinya, melainkan juga terhadap lingkungan sosial yang tidak kasat mata sebagaimana misalnya kesenjangan penghidupan, perbedaan cara pandang, dan kontestasi kepentingan,” beber Prof. Fred.

Menurut Prof. Fred, dampak terhadap lingkungan social ini diprediksi akan mengalami eskalasi,  dalam memasuki dasawarsa perubahan iklim dan penipisan sumberdaya alam ini.

Baca juga: Rektor Buka Rakor Perencanaan Program - Anggaran Undana di Besipae TTS

 Sehingga kesenjangan akan semakin meruncing, perbedaan akan semakin kontras, dan kontestasi akan semakin sengit.

Dampak Revolusi 4.0

“Para wisudawan yang berbahagia, Sebagai wisudawan pada dasawarsa awal millennium ketiga ini, kita juga akan berhadapan langsung dengan dunia nyata Revolusi Industri ke-4 (the Fourth Industrial Revolution). Sebagaimana revolusi-revolusi industri sebelumnya yang memberi kita anugerah dan bencana, Revolusi Industri ke-4 ini juga tidak ada bedanya,” papar Prof. Fred.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved