Salam Pos Kupang
Perlu Petunjuk Praktis Penanganan Rabies
KASUS rabies kini muncul kembali di Kabupaten Manggarai dan beberapa kabupaten lain di Pulau Flores
POS-KUPANG.COM - KASUS rabies kini muncul kembali di Kabupaten Manggarai dan beberapa kabupaten lain di Pulau Flores.
Kabar terkini tercatat sebanyak enam orang anak di Kota Ruteng pada Jumat, 18 Juni 2021, menjadi korban gigitan anjing yang diduga telah mengidap penyakit rabies.
Para korban pun langsung mendapat perawatan medis ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng dengan mendapat suntikan Vaksin Anti Rabies ( VAR).
Enam orang anak itu tercatat dua orang berasal dari Lawir, dua orang dari Nekang dan dua orang dari Pitak, Kecamatan Langke Rembong. Sedangkan dari Kabupaten Manggarai Barat tercatat 152 laporan kasus gigitan anjing.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Laboratorium Balai Besar Veteriner Bali, terdapat dua sampel otak anjing yang positif rabie
Lokasi dua kejadian ini di Nangalili, Kecamatan Lembor dan Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.
Baca juga: Ayah Korban Gigitan Anjing Diduga Rabies di Ruteng Minta Pemilik Harus Rutin Kasih Vaksin Anjingnya
Jika demikian maka boleh dipastikan di dua kampung ini berpotensi terjadi kasus rabies bila sudah terjadi gigitan. Jika dua anjing ini belum menggigit manusia maka kita patut bersyukur.
Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut pun langsung melakukan rapat dengan pihak terkait. Intinya untuk segera menangani situasi yang dilukiskan emergency, sangat berbahaya ini.
Apa yang dilakukan Pemda Manggarai dan mungkin Pemda lain di daratan Flores sebagai langkah yang tepat.
Sebab penyakit yang muncul pertama kali di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur tahun 1997 ini dalam hitungan waktu yang tak lama bisa saja menyerang seluruh kabupaten di Pulau Bunga bahkan di seluruh Flobamora ini. Karena itu butuh sikap siaga dan antisipasi lebih dini.
Baca juga: Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Hewan Rabies, Wabup Heri Minta Eliminasi Anjing Berkeliaran
Eliminasi merupakan cara yang paling ampuh. Namun, cara ini merupakan langkah terakhir bila memang situasi tak bisa terkendali lagi. Cara lain, hewan piaraan ini bisa dikandangkan agar tak berkeliaran.
Selain itu, para pemilik perlu melaporkan kepada pemerintah dalam hal ini dinas peternakan untuk memberikan vaksin agar anjing bebas dari serangan penyakit ini.
Keyakinan kita masih banyak kasus yang belum terdeteksi karena letak desa-desa itu sungguh terpencil, jauh dari jangkauan Puskesmas dan aparat kesehatan.
Langkah pertama yang diambil jika seseorang mendapat gigitan anjing adalah segera mencucinya selama 15 menit untuk menghentikan penyebaran virus itu. Air yang digunakan tak boleh tergenang dalam sebuah wadah.
Sebaliknya, air cucian bekas gigitan itu langsung mengalir. Ini advis yang disarankan karena sungguh ampuh sebelum korban dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/logo-pos-kupang.jpg)