Rabu, 8 April 2026

Tim AIDS Puskesmas dan Rumah Sakit di Belu Ikuti Pelatihan KLS dan VCT, Simak Beritanya 

Tim AIDS puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-RDTL mengikuti Pelatihan Konselor Lay Support dan Valuntary Counseling an

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Tim AIDS puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-RDTL mengikuti Pelatihan Konselor Lay Support dan Valuntary Counseling an 

Tim AIDS Puskesmas dan Rumah Sakit di Belu Ikuti Pelatihan KLS dan VCT 

POS KUPANG. COM| ATAMBUA----Tim AIDS puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-RDTL mengikuti Pelatihan Konselor Lay Support dan Valuntary Counseling and Testing (VCT).

Kegiatan yang digelar CD Bethesda Yakkum Jogjakarta Cabang Belu ini berlangsung selama tiga hari dari 21 sampai dengan 23 Juni 2021, bertempat di Hotel Nusantara II Atambua. 

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka Plt Kadis Kesehatan Belu, Theresia Saik, SKM didampingi Kabid PPM BP4D Kabupaten Belu, Boy Kotta dan Koordinator CD Bethesda Yakkum Cabang Belu, Yosafat Acian.

Peserta kegiatan adalah kepala puskesmas, tenaga medis, staf tim puskesmas dan rumah sakit serta Warga Peduli AIDS (WPA) binaan CD Bethesda Yakkum.

Baca juga: Bethesda Yakkum Laksanakan Program Pencegahan Penularan HIV dan AIDS di Belu

Koordinator Yakkum Cabang Belu Yosafat Acian mengatakan, tujuan umum pelatihan ini adalah tim AIDS Puskesmas dan Rumah Sakit bisa lebih mendalami memahami penyakit HIV dan AIDS, cara penularan atau Infeksi Menular Seksual (IMS) serta trampil dalam melakukan pelayanan Valuntary Counseling and Testing (VCT). 

Sementara itu, tujuan khusus yakni memberikan pemahaman kepada peserta tentang kebijakan pengendalian HIV/AIDS di era pandemi COVID-19, kebijakan IMS, alur proses VCT serta peran konseling dan tes HIV dalam aspek perawatan, dukungan dan pengobatan.

Memberikan pemahaman kepada peserta tentang konseling HIV dalam strategi komunikasi perubahan perilaku, orientasi konseling, tata nilai konseling, sikap dan etika konseling, ketrampilan mikro dan etika konselor.

Selain itu, pemberian informasi dalam KTIP, modifikasi konseling berkelompok (penyuluhan), konseling pasangan dan keluarga, konseling pra tes HIV dan penilaian risiko klinis pasien serta pelaksanaan konseling kepatuhan minum obat dan kepatuhan berobat.

Baca juga: Bethesda Yakkum Perkuat Kapasitas Warga Peduli AIDS di Belu 

Lanjut Yosafat, output yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah peserta mampu memahami alur proses VCT serta peran konseling dan tes HIV dalam aspek perawatan dan pengobatan.

Kata Yosafat, selama ini layanan  ARV hanya terpusat di RSUD Atambua sehingga Bethesda Yakkum berdiskusi dengan Dinkes dan ternyata Dinkes Kabupaten Belu sudah dalam rencana untuk penambahan layanan kesehatan HIV/AIDS.

Rencana penambahan layanan itu yakni Rumah Sakit Marianum Halilulik, Puskesmas Atapupu,  Atambua Selatan, Haekesak dan  Puskesmas Weluli. 

Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik, SKM menyampaikan apresiasi kepada lembaga CD Bethesda Yakkum yang punya kepedulian dalam hal kesehatan serta penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Belu. 

Baca juga: Bethesda Yakkum Latih Pembuatan Obat Tradisional Bagi ODHA, Ini Tujuannya, Simak Beritanya

Kadis Dinkes mengakui, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Belu menempati urutan ketiga di Provinsi NTT. Menyelesaikan permasalahan ini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah tetapi dibutuhkan dukungan semua stakeholder. 

Dengan tambahan layanan di tingkat puskesmas diharapkan bisa menekan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Belu. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved