Selasa, 14 April 2026

Bethesda Yakkum Perkuat Kapasitas Warga Peduli AIDS di Belu 

Koordinator CD Bethesda Yakkum Wilayah Belu, Yosafat Ician saat menyajikan materi kepada peserta pelatihan penguatan kapasitas bagi komunitas

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
SAJI MATERI--Koordinator CD Bethesda Yakkum Wilayah Belu, Yosafat Ician saat menyajikan materi kepada peserta pelatihan penguatan kapasitas bagi komunitas Warga Peduli AIDS (WPA), di Hotel Nusantara 2, Kamis 27 Mei 2021.  

Bethesda Yakkum Perkuat Kapasitas Warga Peduli AIDS di Belu 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---CD Bethesda Yakkum Wilayah Belu menggelar pelatihan penguatan kapasitas bagi komunitas Warga Peduli AIDS (WPA) di Kabupaten Belu.

Kegiatan yang diikuti 20 peserta itu dilaksanakan di Hotel Nusantara 2 Atambua selama dua hari 27-28 Mei 2021.

Koordinator CD Bethesda Yakkum Wilayah Belu, Yosafat Ician kepada Pos Kupang.Com menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya menyikapi dan merespos data komulatif HIV dan AIDS di NTT periode 1997–Maret 2021 yang masih menempatkan Kabupaten Belu pada urutan kedua setelah Kota Kupang.  

Berdasarkan sebaran wilayah di NTT, kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu berjumlah 1.019 dengan rincian HIV 509 kasus dan AIDS 510 kasus. Kota Kupang menempati urutan pertama dengan 1.566 kasus HIV dan AIDS. Namun angka kematian  Kabupaten Belu menempati urutan pertama di NTT dengan 250 kasus, sedangkan Kota Kupang 68 kasus. 

Banyaknya kasus kematian ditengarai masih banyak ODHA belum mendapat akses ARV sehingga berakibat masuk ke stadium AIDS dan tidak tertolong. Kemudian, tingginya angka Lost to Follow Up (DO) pengobatan ARV (masyarakat kurang paham, akses kurang, efek samping obat ARV, dan tingginya biaya pengobatan bagi ODHA yang tidak memiliki kartu layanan kesehatan); kurangnnya tenaga pendamping dan penjangkauan serta masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di masyarakat.

Baca juga: Bendung Kambaniru Rusak ,Semua Persawahan di Kambera Terdampak 

Oleh karena itu, lanjut Yosafat, pelatihan penguatan komunitas Warga Peduli AIDS (WPA) penting dilakukan untuk membantu pemerintah terutama pemerintah desa dan kelurahan dalam penanggulangan HIV dan AIDS. 

Peserta pelatihan berjumlah 20 orang yang terdiri dari Kelurahan Tulamalae 3 orang, Kelurahan Umanen 2 orang, Fatuketi 2 orang, Leosama 3 orang, Silawan 2 orang, Manleten 2 orang, Tukuneno 3 orang dan Bakustulama 1 orang. 

Menurut Yosafat, tujuan pelatihan, pertama; memberikan pemahaman dan ketrampilan teknis kepada WPA tentang konsep, strategi dan pengorganisasian untuk advokasi hak-hak ODHA, kedua; mengidentifikasi tantangan dan kemajuan dihadapi oleh WPA dan strategi mengadvokasinya, ketiga; membangun organisasi peduli HIV dan AIDS yang terorganisir dan diakui masyarakat, keempat; nembuat rencana tindak lanjut untuk implementasi pasca pelatihan 

Kata Yosafat, melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan WPA untuk ikut aktif memperjuangkan hak-hak ODHA terutama mendapatkan pelayanan memadai dan berkualitas dari pemerintah. 

Selain itu mampu memetakan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh WPA dan berbagai pihak dalam menanggulangi HIV dan AIDS. 

Baca juga: Di Manggarai Barat, Reskrim Lidik Dugaan Penggelapan Dana PKH Desa Matawae, Polisi Periksa Saksi

Hal ini penting untuk membantu pemerintah menuju three zero 2030 yakni, tidak ada kematian karena AIDS, tidak ada kasus baru, tidak ada diskriminasi terhadap ODHA.

Output dari kegaiatan ini, peserta memahami konsep, strategi dan pengorganisasian untuk advokasi hak-hak ODHA, peserta memiliki ketrampilan teknis dalam memetakan potensi dan tantangan penanggulangan HIV dan AIDS dan  strategi memperjuangkannya, terbentuknya Forum Warga Peduli AIDS dan ada rencana tindak lanjut yang akan dilakukan pasca pelatihan

Menurut Yosafat, Fasilitator terdiri dari UPKM/CD Bethesda Yakkum Belu dan BP4D Kabupaten Belu. Sementara materi meliputi, Identifikasi kegiatan WPA, hasil yang dicapai, tantangan dan solusinya Fasilitator, Pengantar Advokasi Hak-hak ODHA, Pengantar Strategi Advokasi Fasilitator, Lobi dan Jaringan Fasilitator, Mencermati Kebijakan Anggaran untuk Penanggulangan HIV dan AIDS serta membangun Organisasi Peduli HIV dan AIDS Fasilitator. (jen).

SAJI MATERI--Koordinator CD Bethesda Yakkum Wilayah Belu, Yosafat Ician saat menyajikan materi kepada peserta pelatihan penguatan kapasitas bagi komunitas Warga Peduli AIDS (WPA), di Hotel Nusantara 2, Kamis 27 Mei 2021. 
SAJI MATERI--Koordinator CD Bethesda Yakkum Wilayah Belu, Yosafat Ician saat menyajikan materi kepada peserta pelatihan penguatan kapasitas bagi komunitas Warga Peduli AIDS (WPA), di Hotel Nusantara 2, Kamis 27 Mei 2021.  (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved