Breaking News:

Kepala BPBD Jimi Didok Dibrondong Sejumlah Pertanyaan Oleh DPRD Kota Kupang

beredaranya nama anggota DPRD sebagai penerima tandon yang masuk dalam daftar list kepala BPBD.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Suasana rapat di Komisi IV DPRD bersama BPBD Kota Kupang  

Kepala BPBD Kota Kupang Dibrondong Sejumlah Pertanyaan Oleh DPRD

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimi Didok akhirnya datang ke gedung DPRD Kota Kupang untuk menghadiri rapat bersama Komisi IV.

Rapat yang digelar, Senin 21 Juni 2021 di ruang rapat komisi IV DPRD Kota Kupang sekira pukul 16.00 WITA. Kalak Jimi hadir bersama sejumlah staf didampingi asisten I Yanuar Dally

Anggota DPRD, Ewalde Taek yang diberi kesempatan oleh pimpinan komisi langsung menyodorkan sejumlah pertanyaan kepada Kalak Jimi terkait dengan beredaranya nama anggota DPRD sebagai penerima tandon yang masuk dalam daftar list kepala BPBD.

Atas hal tersebut, Jimi Didok mengaku surat tersebut merupakan list yang dibuat oleh dirinya sementara terkait viralnya surat tersebut ke media sosial Jimi mengaku tak mengetahui hal tersebut.

Baca juga: Didesak Klarifikasi Soal Tandon, Kepala BPBD Kota Kupang Hilang Dari Paripurna di DPRD

"List yang ada itu list dari saya. Saya mau sampaikan ke bapa ibu yang terhormat, saya tidak tauh siapa yang memviralkan itu. List itu adalah administrasi saya. Pak wali, Wakil Wali Kota perintahkan saya apapun, saya catat," katanya.

Jimi menampik, daftar tersebut sengaja dibuat oleh dirinya untuk kemudian dibuat gejolak pada suatu titik. Ia pun menyebut sedang mengumpulkan seluruh staf untuk menanyakan hal tersebut.

Kalak Jimi mengungkapkan maskud dari list nama dibuat bukan berarti bantuan akan disalurkan kepada DPRD namun, bantuan akan langsung diberikan oleh BPBD kepada masyarakat penerima yang diusulkan melalui DPRD.

Baca juga: Tak Dikenali Kepala BPBD Kota Kupang Saat Sidak, Anggota DPRD Ini Mengaku Kesal

Pertanyaan yang sama diutarakan anggota Komisi IV lainnya, Alfred Djami Wila, yang mempertanyakan viralnya surat tersebut. Alfred merasa geram dengan beredarnya surat tersebut yang justru menyudutkan pihaknya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved