Breaking News:

Kasus GHPR di Manggarai Tahun 2020/2021 Sebanyak 1.738 Orang, 4 Orang Meninggal Dunia

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies ( GHPR) di Manggarai pada tahun 2020 dan 2021 mencapai 1.738 kasus

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Kabupaten Manggarai, Asumta Djone 

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies ( GHPR) di Manggarai pada tahun 2020 dan 2021 mencapai 1.738 kasus. Dari jumlah ini 4 kasus diantaranya tidak tertolong alias yang meninggal dunia.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Kabupaten Manggarai, Asumta Djone, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Minggu 20 Juni 2021, menjelaskan, kasus GHPR tahun 2020 sebanyak 1.331 kasus dan kasus GHPR tahun 2021 sebanyak 407 kasus.

Dari jumlah itu, jelas Asumta, 4 orang diantaranya meninggal dunia yakni untuk tahun 2020 sebanyak 3 orang meninggal dunia dengan rincian, Kecamatan Satar Mese 2 orang dan Kecamatan Reok Barat 1 orang dan pada tahun 2021 sudah sebanyak 1 orang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Satar Mese.

Dikatakan Asumta, dari jumlah kasus kematian itu, 3 orang yang meninggal dunia karena tidak ke fasilitas kesehatan (Faskes) untuk segera mendapatkan pertolongan medis dan juga tidak mencari vaksin karena alasan anjing milik sendiri. Saat ke Faskes sudah bergejala sehingga tak bisa ditolong.

Baca juga: Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Hewan Rabies, Wabup Heri Minta Eliminasi Anjing Berkeliaran

Baca juga: Enam Pasien Digigit Anjing Disuntik Vaksin Rabies

Asumta juga menjelaskan cara pertolongan pertama bagi yang digigit oleh hewan rabies yakni, cuci luka dengan sabun dibawah air mengalir selama minimal 15 menit dan kemudian dilakukan vaksinasi hari pertama sebanyak 2 dosis.

Asumta juga menjelaskan, adapun cara mengidentifikasi anjing rabies dengan melihat gejala anjing dimana bertingkah tidak seperti biasanya, mengganas, air liur meleleh, menggigit sembarang (benda dan manusia) tanpa provokasi.

Baca juga: BREAKING NEWS : Lima Warga Manggarai Digigit Anjing Diduga Rabies

"Penularan virus rabies pada manusia melalui luka gigitan HPR pada manusia, juga jilatan HPR pada luka terbuka manusia,"pungkas Asumta. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved