Breaking News:

Setelah Jadi Desa Binaan Bank NTT, Kamanasa Bakal Jadi Desa Sadar  PKB

Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka saat ini menjadi Desa Binaan Bank NTT

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Kasubag Tata Usaha UPT Penda Malaka, Oktavianus Mare, SS saat memberikan penjelasan kepada warga Desa Kamanasa, Malaka Tengah, Kamis (17/6/2021). 

POS-KUPANG.COM | BETUN--Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka saat ini menjadi Desa Binaan Bank NTT. Hal ini karena kesuksesan pengelolaan pemerintahan dan program kemasyarakatan oleh aparat desa setempat.

Berkenaan dengan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), pemerintah desa setempat menghadirkan UPT Penda NTT Wilayah Malaka bersama Tim Bank NTT mensosialisasikan soal pentingnya PKB dan pola pembayaran yang mudah, cepat dan transparan.

Disaksikan Pos-Kupang, Kamis (17/6/2021), kehadiran Tim UPT Penda dipimpin Kepala UPT,  Clara M.F. Bano, SE bersama Kasubag Tata Usaha,  Oktavianus Mare, SS, Kasie Penetapan: Anisia Bili, ST, juga Kasie Verifikasi, Francisco M.Cipriano, SH diterima Kepala Desa Kamanasa,  Agustinus Bere Nahak.

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Fluktuasi - DPRD Sumba Timur Dukung Percepat Vaksinasi

Baca juga: Rektor Unwira Lantik 24 Pejabat Struktural 

Turut hadir,  Albertus S.Seran, Anggota Lantas Polres Malaka dan Tim Marketing Dana  Bank NTT  Cabang Malaka,  Yosefina LIly,  Susana Windusari Praeng,  Theresia Yusri Hoar Bria.

Clara Bano dalam pengantar singkatnya mengatakan bahwa PKB merupakan kewajiban setiap warga yang memiliki kendaraan untuk membayar pajak buat Negara.

Khusus di Malaka, katanya, setiap pembayaran pajak akan ada sistem bagi hasil kepada kabupaten ini. Untuk itu wujud dukungan warga dalam pembangunan ditunjukkan dengan taat bayar pajak tanpa menunggak.

"Saya ajak Bapak-Mama pemilik kendaraan untuk rutin bayar PKB setiap bulan dan jangan tunggak. Semakin lama tunggak maka beban tambah besar. Kita sekarang lakukan pola jemput bola artinya turun langsunf ke desa, pasar untuk meringankan langkah warga ke UPT," kata Clara.

Baca juga: Satgas Covid-19 : Vaksin di Indonesia Miliki Efektivitas Tinggi

Baca juga: Kabar Terbaru Hubungan Gisel dan Gading Disebut Segera Rujuk, Roy Marten Ungkap Rindu ke Sosok ini

Oktavianus menambahkan, kehadiran tim ini sesungguhnya memberikan penjelasan soal mekanisme pembayaran PKB. Dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, pemilik kendaraan tentu tidak bisa keluar rumah ataupun berkumpul dalam jumlah banyak di UPT.

"Kita lakukan pola jemput bola dengan datangi warga. Kami senang sekali warga Kamanasa dengan sadar dan mau untuk dengar sosialisasi dan siap bayar PKB. Harapan saya, jangan ragu-ragu bayar pajak sebelum jatuh tempo. Kami akan selalu  hadir di pasar-pasar, kantor desa untuk bantu berikan penjelasan manakala ada warga yang tunggak pajak," katanya.

Dikatakan Oktavianus, Desa Kamanasa saat ini menjadi Desa Binaan Bank NTT berarti pola pelayanan pemerintahan dan pembangunan sangat baik. Tingkat kesadaran warga soal dukungan pembangunan terhadap Malaka sungguh luar biasa.

"Saya optimis dengan kesadaran warga Kamanasa taat dan rutin bayar PKB maka Desa Kamanasa bakal jadi Desa Binaan Samsat. Kita tentu tidak berharap saat kegiatan tilang gabungan  ditemukan warga Kamanasa tunggak PKB.  Hindari yang namanya takut bayar pajak. Warga taat bayar artinya saat berkendaraan di jalan aman dan nyaman tidak takut dengan Polantas," jelas Oktavianus.

Kasie Penetapan, Anisia Bili, ST dan Kasie Verifikasi, Francisco M.Cipriano, SH secara garis besar menjelaskan soal teknis pembayaran pajak. Keduanya meminta warga apabila kesulitan dalam menghitung PKB maka tim UPT akan selalu siap siaga membantu.

Sementara Tim Bank NTT Cabang Malaka menjelaskan tentang kemudahan pembayaran PKB karena sudah ada sistem banking Bank NTT. Warga tidak perlu lagi ke Bank tetapi bisa menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan dan ini membantu warga sehingga berlama-lama antrean membayar.

Kepala Desa Kamanasa,  Agustinus Bere Nahak mengapresiasi kehadiran tim UPT dan Bank NTT dalam memberikan pemahaman dan kesadaran pada warganya dalam membayar PKB.

"Saya ajak warga pemilik kendaraan untuk mari kita taat bayar PKB. Nanti soal teknis pembayaran seperti adanya aplikasi Bank NTT tentu saya akan utus beberapa staf belajar pola kerjanya sehingga nanti pembayaran bisa dilakukan di kantor desa melalui BRILink," kata Agustinus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved