Breaking News:

AS Perintahkan Musnahkan 60 Juta Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memerintahkan Johnson & Johnson untuk membatalkan sekitar 60 juta dosis vaksin Covid-19.

Editor: Hermina Pello
Frash Daily
ILUSTRASI -AS Perintahkan Musnahkan 60 Juta Vaksin Covid-19, Ini Alasannya 

POS-KUPANG.COM - Badan Pengawas Obat & Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) memerintahkan Johnson & Johnson agar memusnahkan puluhan ribu dosis vaksin

Padahal saat ini dunia sangat membutuhkan vaksin Corona dimana vaksin menjadi salah satu hal penting yang dibutuhkan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Seperti contoh kasus di India, negara tersebut tengah membutuhkan banyak dosis vaksin untuk memulihkan situasinya.

Pemberian vaksin yang tepat dipercaya bisa menciptakan kekebalan massal, seperti yang berhasil dilakukan Israel..

Menukil 24h.com.vn, pada Sabtu (12/6/21), Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memerintahkan Johnson & Johnson untuk membatalkan sekitar 60 juta dosis vaksin Covid-19.

Perintah itu dilakukan oleh AS pada sebuah pabrik produksi di Baltimore.

Tentu saja alasan pemusnahan itu, bukan tanpa sebab, namun ada alasan khusus mengapa Amerika sampai melakukan hal itu.

"FDA memerintahkan pemusnahan setelah menentukan batch vaksin terkontaminasi selama pembuatan dan "tidak layak untuk digunakan," menurut NBC News.

FDA masih mengizinkan Johnson & Johnson untuk mendistribusikan 10 juta dosis vaksin lagi di pabrik yang sama.

FDA menjelaskan bahwa beberapa batch vaksin masih digunakan secara normal dan beberapa perlu dimusnahkan.

Baca juga: Covid-19 Masih Tinggi di Malaysia dan Sulit Dikendalikan , Negeri Jiran Lanjutkan Lockdown

Baca juga: Ibu Guru Ini Mulai Membaik Setelah Lumpuh Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Benarkah? Simak Di Sini

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved