Pasca Badai Seroja Berlalu, Dana Tunggu Hunian Korban Bencana Pulau Adonara Belum Juga Dicairkan
bulan ketiga setelah badai seroja, Minggu 4 April 2021 lalu, uang tunggu hunian untuk korban bencana alam di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur be
Badai Berlalu, Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana Pulau Adonara Belum Juga Dicairkan
POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Memasuki bulan ketiga setelah badai seroja, Minggu 4 April 2021 lalu, uang tunggu hunian untuk korban bencana alam di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur belum juga dikucurkan.
Padahal, saat ini semua korban di beberapa wilayah terdampak di Pulau Adonara, sudah tidak menghuni posko pengungsian. Sebagian korban menginap di rumah hunian sementara. Sedangkan yang lainnya menginap di rumah keluarga dan kos-kosan.
"Dana hunian belum kami terima. Kami bayar sendiri biaya sewa kos-kosan dari bantuan keluarga. Kalau bantuan sembako terus distribusikan," ujar salah satu korban bencana di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur kepada wartawan, Kamis 17 Juni 2021.
Terpisah, Sekretaris BPBD Flores Timur, Tarsisius Kopong Pira mengatakan, berdasarkan SK bupati, sebanyak 234 korban bencana yang rumahnya masuk kategori rusak berat, berhak menerima dana tunggu hunian selama tiga bulan.
Meski demikian, kata dia, uang itu belum ditransfer ke rekening korban, karena sedang berproses di BRI Larantuka.
Baca juga: Di Mabar Sepasang Sejoli Ditangkap Polisi Usai Posting Hasil Curian di FB,Ini Perkembangan Kasusnya
Baca juga: Empat Anggota Satlantas Polda NTT Keracunan Makan Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berformalin
"Uangnya sudah masuk sebesar Rp.351 juta. Ini untuk dua bulan, Mei dan Juni. Sementara bulan Juli nanti akan ditransfer," ujarnya kepada wartawan, Kamis 17 Juni 2021.
Baca juga: Ini Strategi Disiapkan Jerman Hadapi Laga Big Macth Serangan Lini Depan Portugal Cristiano Ronaldo
Ia menjelaskan, pemerintah menyerahkan ke BRI Larantuka untuk membuka rekening bagi 234 korban bencana. Setelah selesai diproses, rekening itu akan didistribusikan ke BRI unit sesuai alamat terdekat korban.
"Kita mulai petakan BRI unit di desa-desa yang menjadi alamat korban. Setelah selesai di BRI Larantuka, kita serahkan ke BRI unit lalu akan ditransfer ke rekening korban," katanya.
"Sudah 100 lebih buku rekening yang sudah dibuka. Lainnya belum, karena kendalanya di rutinitas BRI. Kita tidak bisa paksa mereka," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
