Breaking News:

Terdakwa Kasus Narkoba Asal Timor Leste Ditetapkan Sebagai DPO

Dua terdakwa kasus narkoba asal Timor Leste, Jose Soares Parera (34) alias Jose dan Anjelina Soares (31) alias Ansa ditetapkan dalam Daft

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
BERI MATERI----Kasi Pidum Kejari Belu, Saefudin, SH, MH saat memaparkan materi penanganan kasus narkoba di acara workshop tanggap ancaman narkoba yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu, di Hotel Matahari, Rabu 16 Juni 2021. 

Terdakwa Kasus Narkoba Asal Timor Leste Ditetapkan Sebagai DPO

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA---Dua terdakwa kasus narkoba asal Timor Leste, Jose Soares Parera (34) alias Jose dan Anjelina Soares (31) alias Ansa ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO oleh Kejaksaan Negeri Belu. 

Pasalnya, kedua terdakwa sudah dipanggil secara patut sebanyak tiga kali namun kedua terdakwa tidak memenuhi panggilan penyidik. 

Hal ini disampaikan Kasi Pidum Kejari Belu, Saefudin, SH, MH saat memaparkan materi penanganan kasus narkoba di acara workshop tanggap ancaman narkoba yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu, di Hotel Matahari, Rabu 16 Juni 2021.

Menurut Saefudin, salah satu kasus narkoba yang belum tuntas proses hukumnya adalah kasus narkoba 
jenis MDMA/ekstasi yang melibatkan dua terdakwa asal Timor Leste. Dikatakan belum tuntas karena kedua terdakwa belum menjalani hukuman penjara sesuai putusan MA. 

Saefudin menjelaskan, terdakwa Jose Soares Parera alias Jose dan Anjelina Soares alias Ansa dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda. Terdakwa Jose vonis dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 1 M. Sedangkan, terdakwa Ansa dijatuhkan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 M. 

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa mengajukan banding hingga kasasi. Selama proses hukum tersebut, kedua terdakwa ditahan di Rutan Atambua. 

Lanjutnya Saefudin, saat proses hukum lanjutan di tingkat Mahkamah Agung (MA) dan putusan kasasi nya belum turun, masa tahanan kedua terdakwa habis sehingga kedua terdakwa dibebaskan demi hukum. 

Setelah kedua terdakwa dibebaskan, barulah putusan MA turun dengan amar putusan menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Atambua. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved