Sabtu, 9 Mei 2026

Pastoran Paroki Lerek Diresmikan, Romo Pius Kenang Misionaris Pater Bekeer

pastoran yang lama, bekas gedung peninggalan misionaris yang sangat dihormati, Pater Henricus Conrardus Bekeer, SVD.

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM.RICARDUS WAWO
Foto bersama di Rumah Pastoran Paroki Hati Amat Kudus Lerek, di Kecamatan Atadei, pada Selasa, 15 Juni 2021. 

Pastoran Paroki Lerek Diresmikan, Romo Pius Kenang Misionaris Pater Bekeer

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kupang akhirnya meresmikan Rumah Pastoran Paroki Hati Amat Kudus Lerek, di Kecamatan Atadei, pada Selasa, 15 Juni 2021. Rumah pastoran yang baru itu didirikan di atas pastoran yang lama, bekas gedung peninggalan misionaris yang sangat dihormati, Pater Henricus Conrardus Bekeer, SVD.

Pastor Paroki Hati Amat Kudus Lerek Romo Pius Laba Buri, Pr menjelaskan pada mulanya Uskup Larantuka Fransiskus Kopong Kung tidak setuju gedung bersejarah tersebut dibongkar

Namun, Romo Pius punya alasan tersendiri untuk meyakinkan Uskup Kopong Kung. Gedung tersebut sudah sangat tua dan rapuh.

"Ketika saya panggil tenaga teknisnya datang, mereka bilang kalau bongkar bagian atas, dia (gedung) tumbang dan benar ketika bongkar bagian atas dia tumbang," ungkap Romo Pius kepada Pos Kupang di Lerek, Senin, 14 Juni 2021.

Dia pun memanggil arsitek (Alm) Kornelius Atakore Ledjap untuk membuat rancangan gedung pastoran yang baru. Almarhum Kornelius juga merupakan orang yang mengarsiteki Taman Doa Pater Bekeer di depan Kapela Stasi Watuwawer.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Lembata Dorong Vaksinasi Lansia Dan Guru

Imam asal Tanah Boleng, Adonara itu pun mengenang kembali misionaris Pater Bekeer yang pernah berkarya di Paroki Lerek puluhan tahun lalu hingga meninggal dunia di kampung Watuwawer. Romo Pius mengaku saat hendak membongkar gedung pastoran yang lama dirinya sempat tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.

Romo Pius bangun dan berdoa juga meminta restu dari Pater Bekeer. 

Dalam doa, Romo Pius menyampaikan bahwa pembangunan gedung pastoran baru itu bukan kehendak pribadinya tapi untuk kepentingan pelayanan kepada umat Paroki Lerek, umat yang sama yang pernah dilayani oleh sang Misionaris sejak tahun 1940 itu. Setelah itu dia bisa tidur nyenyak sampai sekarang.

Romo Pius mengakui pembangunan gedung pastoran itu merupakan hasil dari swadaya umat Paroki Lerek, sumbangan para donatur dan donasi dari umat paroki Lerek diaspora yang ada di sejumlah kota.

Ditemui terpisah, Ketua Dewan Stasi Lerek, Dionisia Dike menjelaskan pembangunan gedung pastoran itu dilakukan sejak tahun 2018 dan merupakan hasil kesepakatan umat untuk mengganti gedung lama dengan gedung pastoran baru.

Baca juga: Tenaga Pendidik, Pelayan Toko dan Lansia di Kabupaten Lembata Terima Vaksin Covid-19

Ketua Panitia Pembangunan, Stanislaus Ladjar, mengungkapkan bahwa awalnya panitia mempunyai dana awal dari hasil menjual kalender. 

"Dana pokok dari paroki sekitar Rp 19 juta. Lalu kami buat proposal, diaspora mereka punya andil besar karena pembangunan ini didukung oleh mereka. Mereka mulai sambung menyambung," ungkap Stanislaus Ladjar ditemui di kediamannya di desa Lerek. Pembangunan gedung juga mengalami kemajuan karena kontribusi dari setiap umat stasi yang ada di Paroki Lerek.

Setiap stasi menyiapkan material bangunan sehingga uang yang ada dimanfaatkan untuk mengadakan semen dan kebutuhan lainnya. 

"Banyak swadayanya juga dengan sistem gotong royong," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved