Breaking News:

Tim Gabungan ESDM Setda Sumba Barat Gelar Operasi Penertiban Pedagang Eceran Premium

Tim Gabungan ESDM Setda Sumba Barat Gelar Operasi Penertiban Pedagang Eceran Premium

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Suasana tim gabungan penertiban BBM yang dipimpin Kabag ESDM Setda Sumba Barat, Grace Ora, SSi sedang memberi arahan kepada salah satu pedagang eceran di Kota Waikabubak, Sumba Barat, Selasa (15/6/2021). 

Tim Gabungan ESDM Setda Sumba Barat Gelar Operasi Penertiban Pedagang Eceran Premium

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK---Tim gabungan terdiri Bagian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) pada Setda Sumba Barat, satpol PP, Polres Sumba Barat dan Kodim 1613 Sumba Barat yang dipimpin Kepala Bagian energi dan sumber daya mineral (ESDM) Setda Sumba Barat, Grace Ora, SSi melakukan operasi penertiban terhadap para pedagang eceran premium (bensin) yang berjualan di Kota Waikabubak, Sumba Barat yakni disepanjang jalan negara dari kota Waikabubak ke arah barat sampai km 3 dan sebaliknya ke arah timur hingga Puuweri.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM, Selasa (15/6/2021) siang, pada tahap pertama ini, tim gabungan mendatangi seluruh pedagang eceran premium dalam kota waikabubak disepanjang jalan negara mulai km 3 hingga puuweri untuk menyampaikan keputusan pemerintah daerah telah melarang pedagang eceran berjualan premium (bensin) di kota Waikabubak khususnya dan Sumba Barat umumnya. Hal itu karena bahan bakar premium adalah bahan bakar bersubsidi sehingga dilarang untuk didagangkan (bisnis).

Baca juga: Cegah Covid-19, Anggota KBT dan Masyarakat di Kodim 1612 Manggarai Disuntik Vaksin Astra Zeneca

Baca juga: Pelindo III Mulai Penataan Pelabuhan Tenau Jadi Pelabuhan Modern dan Favorit di Gerbang Selatan RI

Sementara itu, pemerintah daerah mengambil kebijakan memberi kesempatan pedagang eceran berjualan bahan bakar pertamax.

Setelah memberi penjelasan dan pemahaman,tim gabungan memberikan surat pernyataan yang telah disiapkan untuk dibaca dan ditandatangani pedagang eceran agar tidak berjualan lagi. Nampak sejumlah pedagang eceran premium menandatanganinya dan sebagian lainnya menolak menandatangani dengan beragam alasan. Para pedagang meminta perlu ada pertemuan dahulu dengan pemerintah apalagi masa sulit seperti sekarang. Mereka bukan menolak tetapi ingin mendiskusikan baik dengan pemerintah. Bahkan pedagang eceran meminta pemerintah memerintahkan SPBU menghentikan pengadaan premium agar semua rakyat cukup menikmati bbm pertamax.

Baca juga: Begini Prediksi Euro 2021 oleh Pelatih Dollar FC Nisakarang Dua-Muda

Baca juga: Penertiban Premanisme di Sumba Timur -- Polisi Amankan Sejumlah Pemuda

Terhadap hal itu Kepala Bagian ESDM Setda Sumba Barat, Grace Ora menegaskan, hal itu sudah menjadi keputusan pimpinan. Dan larangan itu sesuai undang-undang Migas nomor 22 tahun 2001 dimana menegaskan siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM akan tindak tegas sesuai ketentuan berlaku termasuk kios-kios dilarang menjual BBM.

Apalagi dijual ditengah kota, selain melanggar undang-undang Migas juga sangat berbahaya baik bagi keselamatan penjual BBM itu juga terhadap orang lain. Bila pedagang terus berjualan maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas menertibkannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved