Breaking News:

Salam Pos Kupang

Premanisme dan Harga Diri

SAAT ini, aparat kepolisian Indonesia sedang fokus memberantas premanisme. Hal yang sama dilakukan pula di wilayah hukum Polda NTT

Editor: Kanis Jehola
Premanisme dan Harga Diri
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SAAT ini, aparat kepolisian Indonesia sedang fokus memberantas premanisme. Hal yang sama dilakukan pula di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur ( NTT). Pada Sabtu 12 Juni 2021 kemarin, Polda NTT mengerahkan semua personel untuk menghentikan dan memberantas premanisme yang selama meresahkan masyarakat daerah ini.

Menyebut premanisme termasuk di NTT, sesungguhnya bukan hal baru. Pasalnya, premanisme itu ada bahkan selalu hadir seturut perkembangan masyarakat.

Di masyarakat, premanisme identik dengan kekerasan. Semakin kasar seseorang terhadap yang lain, itulah yang disebut preman.

Di Kota besar, premanisme lain lagi. Premanisme cenderung tumbuh dan berkembang dengan organisasi yang sangat kuat. Para preman dihimpun dalam organisasi tertentu dan dibentuk dengan ciri tersendiri.

Baca juga: Kejari Sumba Timur Lapor Hasil Mediasi Mantan Bupati Gidion Mbilijora dan Ali Fadaq ke Kejati NTT

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini, Warga Diminta Waspadai Potensi Kebakaran Lahan di NTT

Para perman itu malah bertindak diluar kewajaran karena merasa diback up oleh orang-orang penting. Namun para preman mulai terhenyak ketika Presiden Jokowi menginstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas premansme.

Perintah ini disampaikan langsung Presiden Jokowi setelah mendengar keluhkan para sopir tentang tabiat premanisme di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Yang mengejutkan adalah para preman di Tanjung Priok itu berhasil menghimpun uang Rp 16 miliar seminggu hanya dengan ulahnya memeras para sopir dan warga lain yang beraktivitas di area pelabuhan itu.

Kasus semacam ini, sesungguhnya ada di sekitar kita. Hanya saja total uangnya tidak sebanyak di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Baca juga: Polisi Bekuk Oknum Pelaku Pengrusakan Mobil di Oesao Kabupaten Kupang

Baca juga: Gubernur Papua Barat Mandacan Beri Bantuan Bencana Seroja Rp 1 Miliar ke NTT 

Namun terlepas dari banyak sedikitnya uang yang didapat preman, kita berharap agar kasus semacam ini dihentikan sekarang juga.

Itu berarti aparat keamanan harus bekerja optimal. Sebab para preman umumnya bertindak ketika aparat keamanan lengah dalam melaksanakan tugas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved