Sabtu, 18 April 2026

Covid-19 Masih Tinggi di Malaysia dan Sulit Dikendalikan , Negeri Jiran Lanjutkan Lockdown

Pemerintah Malaysia memperpanjang lockdown total alias Perintah Kontrol Gerakan yang dikenal dengan MCO 3.0 selama dua minggu, mulai 15 hingga 28 Juni

Editor: Alfred Dama
Kompas.com
Menara Petronas lambang kekuaran ekonomi Malaysia 

POS KUPANG.COM -- Malaysia masih kelabakan menghadapi lonjakan virus corona di negara itu yang terus meningkat

Pemerintah setempat terpaksa memperpanjang Lockdown untuk menekan penyebaran virus corona

Pemerintah Malaysia memperpanjang lockdown total alias Perintah Kontrol Gerakan yang dikenal dengan MCO 3.0 selama dua minggu, mulai 15 hingga 28 Juni, guna mengekang penyebaran virus corona.

Menteri Senior Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (11 Juni), keputusan memperpanjang MCO 3.0 karena jumlah kasus harian virus corona masih melebihi 5.000.

Baca juga: Kasus Covid Tinggi, Malaysia Lockdown, Warga Perbatasan Rasakan Dampak, Ongkos Beli Sembako Mahal

Baca juga: Ledakan Luar Biasa Covid-19 di Malaysia dan Singapura , Varian Baru Virus Corona Serang Banyak Anak

Baca juga: China Makin Nekat Terobos WilayahNegara Asia Tenggara,Indonesia Harus Waspada,Malaysia Perna Rasakan

“Daftar positif/negatif (kegiatan yang diizinkan dan dilarang) dan prosedur operasi standar (SOP) untuk setiap kegiatan manufaktur, bisnis, dan industri tetap seperti yang diumumkan sebelumnya,” katanya usai menghadiri rapat Dewan Keamanan Nasional, seperti dikutip Channel News Asia

Pada Mei lalu, Malaysia kembali menerapkan MCO nasional di tengah gelombang ketiga kasus COVID-19.

Dikenal sebagai MCO 3.0, semua sektor ekonomi diizinkan untuk beroperasi selama periode tersebut, tetapi perjalanan lintas distrik dan antarnegara bagian serta kegiatan sosial, olahraga, juga pendidikan dilarang.

Pembatasan yang lebih ketat pada sektor ekonomi dan sosial kemudian Malaysia berlakukan pada 21 Mei karena kasus virus corona terus meningkat.

Kemunculan varian baru juga telah menghambat upaya untuk meratakan kurva infeksi, Kantor Perdana Menteri Malaysia mengungkapkan.

Pada 28 Mei, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan, Malaysia akan melakukan penguncian total selama 14 hari mulai 1 Juni, dengan hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang boleh melanjutkan operasi mereka.

Baca Juga: Kasus harian COVID-19 Malaysia bisa mencapai 13.000, jika hal ini terjadi

Jumlah kasus virus corona di Malaysia menembus angka 9.000 pada 29 Mei, sebelum tindakan penguncian menurunkan infeksi harian secara bertahap. Pada Jumat, negeri jiran mencatat 6.846 kasus.

Jika fase pertama dari penguncian total bisa mengurangi jumlah kasus harian, maka Malaysia akan melonggarkannya dengan masuk ke fase kedua selama empat minggu, di mana lebih banyak sektor ekonomi bisa buka kembali.

Fase 3 akan mirip dengan MCO, hanya hampir semua sektor ekonomi diizinkan beroperasi dengan SOP yang ketat. Perkembangan dari satu fase ke fase lainnya akan tunduk pada penilaian risiko Kementerian Kesehatan.

Hingga Jumat, total kasus COVID-19 Malaysia mencapai 646.411, tertinggi ketiga di Asia Tenggara setelah Indonesia dan Filipina.*

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kasus corona masih tinggi, Malaysia perpanjang lockdown total 

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved