Pemda Nagekeo Teken MoU dengan LPP RRI Ende, Ini Tujuannya
Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga Lembaga Penyiara
Selain itu, pemerintah ingin memperkenalkan apa yang dimiliki oleh masyarakat dan daerah ini. Sebab daerah ini ada landscape alamnya, budaya sampai dengan produk- produk unggulan.
"Kami sudah menggerakan mulai dari kelompok yang paling kecil , rukun tetangga dan dasawisma sehingga kelompok kerajinan ri'il mulai lakukan itu. Kami benahi semua struktur," ungkapnya.
Untuk permintaan pemindahan fasilitas tower yang ada di Ende ke Nagekeo, kata Bupati Don, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada tim teknis dari LPP RRI Ende.
"Silahkan survey lokasinya. Mana saja yang dinilai menjangkau paling luas wilayah Nagekeo. Ketika titik itu ditentukan kita akan bebaskan lahannya dan kita hibahkan ke LP RRI Ende untuk membangun fasilitas itu. Silahkan survey sehingga tidak salah tempat," ujarnya.
Bupati Don menambahkan, dengan adanya kerjasama tersebut, pihaknya menginginkan produk yang dihasilkan oleh masyarakat di Kabupaten Nagekeo supaya bisa promosikan lewat RRI Ende.
Baca juga: Piala AFC 2021 : Fans Bali United Pemicu Nouri Ungkap Hal Dipendam Selama Peminjaman Klub di Irak
Dijelaskannya, Kabupaten Nagekeo dikenal dengan even tinju meskipun daerah tersebut tidak pernah menyumbangkan satu orang petinju nasional. Tapi Nagekeo memiliki kampung-kampung adat yang punya ritual tinju. Agenda tinju dimulai dari Kampung Wulu dan berakhir di Nggolonio.
"Apa-apa yang harus diperbaiki sehingga bisa menjadi entertain, atraksi yang harus di jual. Ini sebuah moment yang membuka peluang Nagekeo dikenal oleh Flores, NTT, Indonesia, dan Asia dimana siaran RRI Ende bisa ditangkap," pungkasnya. (mm)
