Breaking News:

Program Digitalisasi Koperasi, 217 Koperasi di NTT telah Migrasi Data

Hingga 30 Mei 2021, sebanyak 217 koperasi di NTT telah melakukan migrasi data guna mendukung program digitalisasi koperasi

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/INTAN NUKA
Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sylvia Peku Djawang kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (7/6) sore. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hingga 30 Mei 2021, sebanyak 217 koperasi di NTT telah melakukan migrasi data guna mendukung program digitalisasi koperasi. Nantinya, ada 1000 koperasi ditargetkan bergerak ke arah koperasi digital.

"November lalu pak menteri luncurkan aplikasi digitalisasi koperasi. Diharapkan semua provinsi mengikutinya dengan gerakan 1000 koperasi digital di nasional. NTT juga diminta untuk ditargetkan 1000 koperasi digital di 2021," ungkap Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sylvia Peku Djawang kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (7/6) sore.

"Mengapa nekat 1000? Karena oleh nasional, NTT dikenal sebagai provinsi koperasi. Dilihat dari kepesertaan anggotanya, angka NTT jauh lebih tinggi dari angka nasional, di atas 50 persen," sambungnya.

Baca juga: Keluarga Pelaku Pelecehan Anak di Desa Mahal Malah Paksa Ibu Korban Tinggalkan Lembata

Baca juga: Ketua DPRD TTS Dukung Pemda TTS Lakukan Pinjaman Ke Pihak Ketiga

Secara teknis, dinas telah bekerja sama dengan Koperasi Kayana Reswara Nitya (KRN) Jakarta. Koperasi KRN memang direkomendasikan untuk mengurus aplikasi koperasi digital. Keuntungan aplikasi itu sendiri yakni masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi koperasi melalui telepon genggam berbasis Android atau IOS.

Saat ini, Sylvia menyebut pihaknya gencar melakukan pelatihan dan migrasi data. Mekanisme migrasi data sendiri dilakukan oleh Koperasi KRN sebagai pihak ketiga. Koperasi yang dipilih tentunya koperasi yang sehat yang ditandai dengan melakukan Rapat Anggota Tahunan dalam dua tahun terakhir.

"Berharap akhir Juni masuk ke Juli, kita kejar semester I dengan 400 koperasi sudah lumayan," katanya.

Baca juga: Pengamat Ini Sebut Patung Soekarno, Diplomasi Prabowo Tarik Simpati Megawati, Akankah Berhasil?

Baca juga: Kapolres Lantik AKP Robby Jadi Kasatlantas Polres Ende

Diakuinya, proses migrasi data sendiri tidak mudah. Beberapa tantangan dihadapi, antara lain proses keuangan yang sedikit melambat. Tapi, hal lain yang juga menghambat adalah listrik dan jaringan telekomunikasi. Mengatasi hal itu, dinas pun bekerja sama dengan Kominfo melalui program BAKTI agar bisa memperkuat infrastruktur digital.

Sylvia menilai, koperasi digital bisa menjadi salah satu cara bagi kaum milenial untuk berkoperasi. Program digitalisasi ini dapat menjadi daya tarik bagi kaum milenial yang tidak terlepas dari teknologi dan digital.

"Ini bisa jadi salah satu cara. Maka kemarin kami bekerja sama dengan Universitas Flores (Unflor) di Ende untuk menyampaikan program digitalisasi koperasi ke mahasiswa. Kenapa Flores? Karena dari catatan dan evaluasi, koperasi di Flores jauh lebih besar, sehat, dan maju," ujar Sylvia. Nantinya, ada penjelasan terkait ini di program pembekalan KKN dan program pengabdian kepada masyarakat.

"Dengan terobosan ini, anak-anak muda kita punya minat untuk berkoperasi. Koperasi itu kan bukan hanya meminjam, tapi harus menabung. Gerakan menabung ini harus disampaikan ke anak-anak kita," tegasnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang memang tidak memiliki telepon genggam dan belum melek teknologi, Sylvia menyebut pengoperasian aplikasi koperasi akan dibantu oleh pengurus koperasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved