Breaking News:

Keluarga Pelaku Pelecehan Anak di Desa Mahal Malah Paksa Ibu Korban Tinggalkan Lembata

Keluarga pelaku pelecehan anak di Desa Mahal malah paksa ibu korban tinggalkan Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Ketua Permata Lembata, Maria Loka berjanji akan mendampingi ibu dan anak korban karena mereka merasa tidak nyaman terus disuruh pergi meninggalkan Lembata. 

Keluarga pelaku pelecehan anak di Desa Mahal malah paksa ibu korban tinggalkan Lembata

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-PP (41), ibu kandung dari anak korban pelecehan mendatangi Kantor Sekretariat Permata Lembata untuk meminta perlindungan akibat 'paksaan' dari keluarga pelaku pelecehan seksual kepada anaknya yang baru berusia 10 tahun di desa Mahal 2, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Sejak membawa kasus asusila ini ke polisi, keluarga pelaku memaksa PP dan anaknya pergi meninggalkan Lembata. Mereka bahkan 'mengancam', kalau sebagai saksi mata, ibunya juga bisa dipenjara selama tiga tahun saat di persidangan.

"Kalau begini saya juga takut. Anak masih kecil, lalu diancam seperti ini, saya juga bingung, benar atau tidak seperti ini," ungkap PP saat ditemui di Sekretariat Permata Lembata, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Ketua DPRD TTS Dukung Pemda TTS Lakukan Pinjaman Ke Pihak Ketiga

Baca juga: Pengamat Ini Sebut Patung Soekarno, Diplomasi Prabowo Tarik Simpati Megawati, Akankah Berhasil?

Pelaku dengan inisial YL masih berstatus paman (bapak besar) korban itu sudah ditahan dan sementara ditangani pihak Polres Lembata.

PP mengisahkan peristiwa pelecehan seksual kepada anak bungsunya itu terjadi pada 16 Mei 2021 yang lalu.

Saat itu, korban meminta izin kepadanya untuk bermain di rumah pelaku. Beberapa jam kemudian, PP lalu menyusul ke rumah pelaku dan melihat langsung pelaku sedang melakukan pelecehan seksual kepada anaknya.

"Salah satu temannya panggil-panggil anak saya hampir setengah jam, tapi dia tidak keluar dari rumah. Perasaan saya tidak enak lalu saya langsung masuk ke dalam rumah (pelaku)," kenang janda warga desa Mahal 2 tersebut.

Baca juga: Kapolres Lantik AKP Robby Jadi Kasatlantas Polres Ende

Baca juga: Dukung Program Pemerintah 45 Guru dan Pegawai di SMAN 3 Waingapu Siap Divaksin

Saat melihat langsung peristiwa asusila itu, PP merasa terkejut tapi tidak sempat menegur langsung pelaku karena shock berat. Dia kembali ke rumahnya dengan napas tersengal.

"Saya langsung sesak napas dan kembali ke rumah untuk oles balsem karena rasa pusing," katanya sedih.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved