Kamis, 7 Mei 2026

Seleksi Pegawai KPK

Pengakuan Mengejutkan Mahfud MD, Sebut Ada yang Tak Suka Novel Baswedan, Siapa?

Pengakuan mengejutkan Mahfud MD, Menkopolhukam sebut ada yang tak suka Novel Baswedan, siapa?

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
kolase dokumen tribunnews.com
Pengakuan mengejutkan Mahfud MD soal Novel Baswedan, sebut ada yang tak suka Novel Baswedan. Siapa 

Pengakuan Mengejutkan Mahfud MD, Sebut Ada yang Tak Suka Novel Baswedan, Siapa?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD soal Seleksi Pegawai KPK

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku ada yang tak suka dengan Novel Baswedan.

Menurut Mahfud MD, ia pernah mendapatkan bisikan dari orang yang tak suka dengan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Orang tersebut tak menyukai Novel Baswedan karena dianggap sebagai sosok yang politis.

Namun, Mahfud MD tak menjelaskan siapa sosok yang tak menyukai Novel Baswedan tersebut.

"Banyak orang yang menganggap Pak novel Baswedan ini politis," kata Mahfud saat menjadi pembicara dialog dengan Rektor UGM dan pimpinan PTN/PTS seluruh Yogyakarta yang ditayangkan YouTube Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Baca juga: Bela Jokowi, Mahfud MD Tuding DPR dan Parpol Penyebab Polemik TWK di KPK, Singgung Revisi UU KPK

Baca juga: 51 Pegawai KPK Diberhentikan, Novel Baswedan Sebut Upaya Pelemahan KPK Bukan Hal Baru?

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai memberikan keterangan ke Komnas HAM terkait dugaan pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK ke Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Komnas HAM Jakarta pada Jumat (28/5/2021).

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai memberikan keterangan ke Komnas HAM terkait dugaan pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK ke Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Komnas HAM Jakarta pada Jumat (28/5/2021). (Foto: Tribunnews.com/Gita Irawan)
Mahfud menyatakan Novel Baswedan dituding kerap mengincar partai tertentu dalam tugasnya sebagai penyidik KPK.

Namun, kata orang itu, laporan-laporan lainnya diklaim tak pernah diusut.

"Kalau orang partai tertentu yang sudah jelas kesalahannya itu dibiarin. Ini kata orang ya. Sudah ada laporannya tapi dibiarin. Yang ditembak partai-partai ini aja misalnya. Ada orang yang mengatakan seperti itu. Mungkin untuk KPK (yang diusut) itu (korupsi) yang paling tragis," ungkap dia.

Namun demikian, Mahfud mengaku mengenal baik Novel Baswedan sejak sebelum menjabat sebagai menteri.

Bahkan, dia juga sempat datang sesaat tragedi teror penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan.

"Saya kenal baik dengan Pak Novel Baswedan beberapa kali ke rumah dan beberapa kali ke kantor saya. Saya juga nengok ketika dia diserang air keras saya nengok ke rumah sakit. Ketika orang banyak tidak nengok karena takut dan karena segan, saya tetap nengok," tukasnya.

Baca juga: Pemecatan 51 Pegawai KPK, Novel Baswedan: TWK Hanya Sebagai Alat Penyingkiran Pegawai KPK Tertentu

Baca juga: SK Penonaktifan 75 Pegawai Dinilai Sebagai Tindakan Sewenang-wenang Ketua KPK Oleh Novel Baswedan

Andai Jadi Presiden, Mahfud MD Akan Tunjuk Novel Baswedan Jadi Jaksa Agung
Mahfud MD mengungkapkan keinginannya mengangkat Novel Baswedan menjadi Jaksa Agung RI jika menjabat sebagai presiden Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved