Bupati Nagekeo Lakukan Penanaman Bibit Bambu di Kelurahan Wolopogo
Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas Kehutanan Provinsi NTT
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
"Kami juga ajarkan bagaimana ibu-ibu selain proses pembibitan, ada juga usaha yang namanya usaha rebung untuk konsumsi kita.
Itu tekad kami yang pasti akan kami lakukan," ujarnya.
Paskalis menargetkan, di Kabupaten Nagekeo adalah proses pembibitan bambu dan pendataan bambu karena Ketersediaan bambu merupakan kunci utama dalam pengembangan desa bambu.
Kepada Bupati Nagekeo, Paskalis berharap supaya kedepannya ada orang muda Nagekeo yang mau belajar di Kampus Agroforestri Bambu.
"Kami juga menginginkan para pemuda pemuda Nagekeo bisa belajar di kampus kami, nanti mereka akan belajar disana dan dididik oleh para ahli bambu. Dengan harapan suatu saat mereka akan membangun rumah dari bambu," ungkapnya.
Bupati Don pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan pengembangan bambu mulai dari proses pembibitan yang dilakukan Yayasan Bambu Lestari bersama dengan ibu-ibu merupakan kegiatan yang luar biasa. Menurut Bupati Don hal tersebut merupakan best pratice.
"Ini satu contoh dimana sebuah lembaga merangsang disektor hulu, diproduksi ketersediaan ini dengan berjibaku habis habisan. Juga beri insentif ke kita itu Rp 2.500/polibag Ini luar biasa," ungkapnya.
Bupati Don mengungkapkan, Gubernur NTT dalam kunjungannya dua minggu yang lalu sudah bilang siapa yang miliki bambu dia akan menjadi kaya raya dimasa yang akan datang.
Sebab kedepannya, bangunan-bangunan banyak menggunakan yang konstruksinya dari bambu. Teknologi pengolahan bambu sudah makin bagus banyak sekali bangunan yang akan diganti dengan bambu, kecuali mungkin gedung pencakar langit yang butuh skill tinggi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/johannes-don-bosco-do-menanam-bibit-bambu.jpg)