Rabu, 6 Mei 2026

Bupati Nagekeo Lakukan Penanaman Bibit Bambu di Kelurahan Wolopogo

Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas  Kehutanan Provinsi NTT

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do menanam bibit bambu pada media polibag di Kelurahan Wolopogo, Kamis 3 Juni 2021.  

Bupati Nagekeo Lakukan Penanaman Bibit Bambu di Kelurahan Wolopogo

POS-KUPANG.COM | MBAY--Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do melakukan penanaman pembibitan bambu di media Polibag. Kegiatan penanaman bibit bambu tersebut diprakarsai oleh Yayasan Bambu Lestari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan saat kunjungan kerja Bupati Don di Kelompok Dasawisma Ngusa Mula, Kelurahan Wolopogo, Kecamatan Boawae, Kamis 03 Mei 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny. Eduarda Prawita Gati, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP, Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago,ST. MT, Perwakilan dari UPT Kesatuan Pengelola Hutan Nagekeo Silvester Ajo Tape, S.Hut.

Hadir pula dalam kegiatan itu Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajaran, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U. Boleng bersama jajaran serta para pengawas SD dan Kepala Sekolah pada radius kelurahan tersebut.

Kegiatan pembibitan bambu merupakan Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas  Kehutanan Provinsi NTT.

Program ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Nagekeo dan tahun 2021 Nagekeo mendapat alokasi anggaran untuk di dua desa yakni Desa Wolopogo (Kelompok Dasawisma Ngusa Mula) dan Desa Wolowea (Kelompok Dahlia).

Masing masing kelompok beranggotakan 25 orang ibu-ibu, sehingga total ada 50 orang Ibu yang menjadi pelopor pembibitan bambu di Nagekeo. Tiap ibu wajib mengelola 2000 bibit bambu.

Kedua desa tersebut dipilih karena adanya ketersediaan bambu dan  ketersediaan air yang cukup untuk pembibitan serta masuk dalam kawasan perhutani.

Yaysan Bambu Lestari sebagai lembaga non profit mendorong pengembangan desa bambu, melakukan upaya upaya advokasi untuk mendorong adanya kebijakan yang insklusif yang mendukung pengembangan desa bambu serta pengelolaan bambu dari hulu, tengah hingga hilir, sejak dari pembibitan, pengelolaan perhutanan hingga industri bambu seerta pemanfaatan bambu untuk layanan public maupun industry komersial.

Sistem bambu lestari merupakan sistem yang dibuat oleh Yayasan Bambu Lestari sebagai salah satu upaya pengelolaan hutan bambu tanpa melepaskan kelesetarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu,  dihadapan Bupati Don menjelaskan secara singkat proses pembibitan sampai dengan proses penanaman menggunakan media polibag.

Menurut Paskalis mengapa harus ibu-ibu yang menjadi pelopor dalam upaya pembibitan bambu karena ibu-ibu memiliki perhatian yang sangat besar terhadap upaya pembibitan bambum

"Pernah melakukan praktek terhadap pengelolaan oleh bapak bapak, itu perhatiannya kurang.
Ibu-ibu punya pusat perhatian yang lebih. Bapak-bapak membantu untuk bagian mengambil bibitnya.
Memang yang setengah mati itu proses diawal pembibitan," ungkapnya.

Paskalis menjelaskan, dalam pembibitan tersebut, pihaknya menghargai ibu-ibu dengan satu polibag senilai Rp. 2.500. Dalam tiga bulan sudah menghasilkan sekitar 25 daun. Dengan Rp 2.500  berarti pendapatan ekonomi sudah sangat terbantu.

"Kami juga ajarkan bagaimana ibu-ibu selain proses pembibitan, ada juga usaha yang namanya usaha rebung untuk konsumsi kita.
Itu tekad kami yang pasti akan kami lakukan," ujarnya.

Paskalis menargetkan, di Kabupaten Nagekeo adalah proses pembibitan bambu dan pendataan bambu karena Ketersediaan bambu merupakan kunci utama dalam pengembangan desa bambu.

Kepada Bupati Nagekeo, Paskalis berharap supaya kedepannya ada orang muda Nagekeo yang mau belajar di Kampus Agroforestri Bambu.

"Kami juga menginginkan para pemuda pemuda Nagekeo bisa belajar di kampus kami, nanti mereka akan belajar disana dan dididik oleh para ahli bambu. Dengan harapan suatu saat mereka akan membangun rumah dari bambu," ungkapnya.

Bupati Don pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan pengembangan bambu mulai dari proses pembibitan yang dilakukan Yayasan Bambu Lestari bersama dengan ibu-ibu merupakan kegiatan yang luar biasa. Menurut Bupati Don hal tersebut merupakan best pratice.

"Ini satu contoh dimana sebuah lembaga merangsang disektor hulu, diproduksi ketersediaan ini dengan berjibaku habis habisan. Juga beri insentif ke kita itu Rp 2.500/polibag Ini luar biasa," ungkapnya.

Bupati Don mengungkapkan, Gubernur NTT dalam kunjungannya dua minggu yang lalu sudah bilang siapa yang miliki bambu dia akan menjadi kaya raya dimasa yang akan datang.

Sebab kedepannya, bangunan-bangunan banyak menggunakan yang konstruksinya dari bambu. Teknologi pengolahan bambu sudah makin bagus banyak sekali bangunan yang akan diganti dengan bambu, kecuali mungkin gedung pencakar langit yang butuh skill tinggi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved