Bupati Nagekeo Lakukan Penanaman Bibit Bambu di Kelurahan Wolopogo
Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas Kehutanan Provinsi NTT
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Bupati Nagekeo Lakukan Penanaman Bibit Bambu di Kelurahan Wolopogo
POS-KUPANG.COM | MBAY--Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do melakukan penanaman pembibitan bambu di media Polibag. Kegiatan penanaman bibit bambu tersebut diprakarsai oleh Yayasan Bambu Lestari.
Kegiatan tersebut dilaksanakan saat kunjungan kerja Bupati Don di Kelompok Dasawisma Ngusa Mula, Kelurahan Wolopogo, Kecamatan Boawae, Kamis 03 Mei 2021.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny. Eduarda Prawita Gati, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP, Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago,ST. MT, Perwakilan dari UPT Kesatuan Pengelola Hutan Nagekeo Silvester Ajo Tape, S.Hut.
Hadir pula dalam kegiatan itu Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajaran, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U. Boleng bersama jajaran serta para pengawas SD dan Kepala Sekolah pada radius kelurahan tersebut.
Kegiatan pembibitan bambu merupakan Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas Kehutanan Provinsi NTT.
Program ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Nagekeo dan tahun 2021 Nagekeo mendapat alokasi anggaran untuk di dua desa yakni Desa Wolopogo (Kelompok Dasawisma Ngusa Mula) dan Desa Wolowea (Kelompok Dahlia).
Masing masing kelompok beranggotakan 25 orang ibu-ibu, sehingga total ada 50 orang Ibu yang menjadi pelopor pembibitan bambu di Nagekeo. Tiap ibu wajib mengelola 2000 bibit bambu.
Kedua desa tersebut dipilih karena adanya ketersediaan bambu dan ketersediaan air yang cukup untuk pembibitan serta masuk dalam kawasan perhutani.
Yaysan Bambu Lestari sebagai lembaga non profit mendorong pengembangan desa bambu, melakukan upaya upaya advokasi untuk mendorong adanya kebijakan yang insklusif yang mendukung pengembangan desa bambu serta pengelolaan bambu dari hulu, tengah hingga hilir, sejak dari pembibitan, pengelolaan perhutanan hingga industri bambu seerta pemanfaatan bambu untuk layanan public maupun industry komersial.
Sistem bambu lestari merupakan sistem yang dibuat oleh Yayasan Bambu Lestari sebagai salah satu upaya pengelolaan hutan bambu tanpa melepaskan kelesetarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, dihadapan Bupati Don menjelaskan secara singkat proses pembibitan sampai dengan proses penanaman menggunakan media polibag.
Menurut Paskalis mengapa harus ibu-ibu yang menjadi pelopor dalam upaya pembibitan bambu karena ibu-ibu memiliki perhatian yang sangat besar terhadap upaya pembibitan bambum
"Pernah melakukan praktek terhadap pengelolaan oleh bapak bapak, itu perhatiannya kurang.
Ibu-ibu punya pusat perhatian yang lebih. Bapak-bapak membantu untuk bagian mengambil bibitnya.
Memang yang setengah mati itu proses diawal pembibitan," ungkapnya.
Paskalis menjelaskan, dalam pembibitan tersebut, pihaknya menghargai ibu-ibu dengan satu polibag senilai Rp. 2.500. Dalam tiga bulan sudah menghasilkan sekitar 25 daun. Dengan Rp 2.500 berarti pendapatan ekonomi sudah sangat terbantu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/johannes-don-bosco-do-menanam-bibit-bambu.jpg)