Breaking News:

Salam Pos Kupang

Investasi Bodong Lagi

KASUS dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini pelaku dan korbannya ada di wilayah Kabupaten Ende

POS-KUPANG.COM - KASUS dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini pelaku dan korbannya ada di wilayah Kabupaten Ende. Menurut Direktorat Krimsus Polda NTT dugaan investasi bodong itu dilakukan PT Asia Dinasti Sejahtera ( ADS) Kabupaten Ende.

Modusnya, menghimpun dana dari masyarakat dengan iming-iming keuntungan berlipat. PT ADS pun berhasil menggaet sebanyak 1.800 nasabah dengan total dana yang terhimpun sebanyak Rp 28 miliar lebih.

Menurut hasil penyelidikan Direktorat Krimsus Polda NTT, PT ADS diduga menghimpun dana dari masyarakat sejak Februari 2019 tanpa izin Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

Dalam upaya menjaring nasabah, PT ADS menawarkan kepada masyarakat paket atau produk digital, yakni paket Silver, Gold, Platinum, Eksekutif, Deluxe dan Super Deluxe dengan nilai investasi tertentu. Dijanjikan bahwa setelah melewati jangka waktu tertentu, nasabah akan mendapat keuntungan yang sangat besar bahkan berlipat.

Baca juga: Bantu Pemda Perindah Kota Ruteng, TNI Terlibat Turun Bersihkan Sampah

Baca juga: 16 Orang Imigran Ikut Ujian Paket A Jalur Khusus

Adanya upaya pengumpulan dana dari masyarakat oleh PT ADS ternyata juga sudah diketahui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2020. Menurut OJK, apa yang dilakukan PT ADS dinyatakan ilegal karena tanpa izin. OJK selanjutnya mulai Juli 2020 menghentikan semua kegiatan menghimpun dana dari masyarakat.

Ini baru informasi seputar izin operasional. Kita belum tahu banyak sejauh mana investasi dirasakan dan memenuhi janjinya mengembalikan dana masyarakat dua kali lipat.

Sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut dan proses hukum atas kasus ini, kita patut menyampaikan prihatin. Sudah pasti bahwa kasus investasi bodong seperti yang dilakukan PT ADS bukanlah kasus pertama di NTT.

Baca juga: Kode Redeem FF Hari Ini 4 Juni 2021, Segera Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru

Baca juga: Promo Produk Spesial Mingguan Alfamart Jumat 4 Juni 2021, Harga Spesial Biskuit Roma Kelapa Rp 7.900

Sudah banyak terjadi kasus serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Banyak warga berani menginvestasikan uangnya, tetapi kemudian keuntungan yang dijanjikan tak kunjung datang.

Para pelaku investasi bodong pun sudah banyak yang diproses hukum dan divonis bersalah. Anehnya, kasus investasi bodong muncul terus melalui wajah yang berbeda. Mengapa bisa terjadi dan terus berulang?

Apakah masyarakat ketiadaan informasi mengenai kasus-kasus sebelumnya? Mungkin juga. Tetapi kenyataan, warga yang ikut dalam investasi justru kebanyakan kaum terpelajar. Kecil sekali kemungkinan mereka tidak tahu mengenai investasi bodong, karena media sudah mempublikasikannya secara luas.

Lalu? Mungkin betul seperti dikatakan Kepala OJK NTT, Robert Sianipar, bahwa masyarakat kita ingin sekali mendapatkan keuntungan besar tanpa harus bekerja keras.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati, dan jangan mudah tergiur. Tanamkan dalam diri kita bahwa untuk mendapatkan keuntungan, kita harus bekerja keras

Robert pun memberikan tagline 2L untuk membantu masyarakat membedakan investasi yang benar dari investasi bodong, yakni legal dan logis. Cek dulu izinnya, ada atau tidak? Kemudian logis, berapa bunganya. Jika tidak wajar, patut diduga itu bohong dan bodong.

Karena itu, kita harus selalu meminta informasi dari OJK tentang legalitas sebuah lembaga investasi. Dengan begitu kiranya kita bisa terhindar dari penipuan yang membuat uang kita hilang sia-sia. *

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved