Breaking News:

16 Orang Imigran Ikut Ujian Paket A Jalur Khusus

Sebanyak 16 orang imigran asal Afghanistan dan Myanmar mengikuti ujian paket a Jalur Khusus oleh Yayasan Purnama Kasih

POS-KUPANG.COM/GERARDUS MANYELLA
POSE BERSAMA -Para imigran peserta ujian pose bersama guru dan Ketua Yayasan Purnama Kasih, Yoseph Ariyanto Ludoni. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Sebanyak 16 orang imigran asal Afghanistan dan Myanmar mengikuti ujian paket a Jalur Khusus yang diselenggarakan oleh Yayasan Purnama Kasih di Oepoi, Kota Kupang, Provinsi NTT, Rabu dan Kamis (2,3/6/2021).

Selama satu tahun ajar, Yayasan Purnama Kasih melaksanakan kegiatan belajar bagi 20 orang imigran melalui pendidikan non formal jalur khusus secara daring. Dari 20 orang itu, 4 orang dinyatakan belum memenuhi syarat mengikuti ujian.

Ketua Yayasan Purnama Kasih, Yoseph Ariyanto Ludoni saat berbincang-bincang dengan wartawan di sekretariat PKBM di Oepoi, Kamis (3/6/2021), mengatakan kegiatan belajar itu tetap berpedoman pada kurikulum umum bekerjasama dengan International Organization Migration (IOM) dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Baca juga: Kode Redeem FF Hari Ini 4 Juni 2021, Segera Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru

Baca juga: Promo Produk Spesial Mingguan Alfamart Jumat 4 Juni 2021, Harga Spesial Biskuit Roma Kelapa Rp 7.900

Ariyanto mengapresiasi kepada IOM yang telah memfasilitasi kegiatan belajar untuk memberikan bekal pengetahuan kepada imigran melalui pendidikan dan pelatihan berupa latihan menjahit, gunting rambut, aqua poenix, kesenian serta pembuatan film documenter bertajuk imigran.

Lanjut Ariyanto, mata pelajaran yang diberikan adalah matematika, IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. Selama mengikuti pendidikan, imigran telah mendedikasikan ilmu yang didapat di tengah-tengah masyarakat, dengan membantu menjadi pengajar di rumah sejuta mimpi dan membantu komunitas difabel.

Menurut Ariyanto, dasar hukum pendidikan non formal untuk imigran adalah UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nadional. Di sini, katanya, semangat ke-Indonesiaan memberikan pilihan kepada imigran. IOM merekomendasikan lembaga-lembaga lokal untuk menyelenggarakan pendidikan, pendampingan agar imigran mengekplorasikan kemampuan yang dimiliki. Dan, Yayasan Purnama Kasih mendapat kepercayaan itu oleh IOM dan Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Baca juga: DJP Tunjuk Delapan Perusahaan Pemungut PPN PMSE

Baca juga: PGRI Flores Timur Surati Presiden Minta Penambahan Kuota PPPK 2021

"Saya salut terhadap semangat IOM yang telah memberi kesempatan kepada imigran untuk mengakses pendidikan, kesehatan serta ekspresi seni budaya. IOM juga bekerjasama dengan Lembaga Perguruan Tinggi untuk memberi layanan pendidikan bagi imigran yang berkebutuhan khusus, "kata Ariyanto.

Selama mengikuti pendidikan di Yayasan Purnama Kasih, kata Ariyanto, imigran selalu patuh dengan aturan yang diberikan dan menghormati proses belajar baik secara online maupun offline.

Para imigran ini, katanya, tidak hanya difasilitasi dalam urusan pendidikan, tapi juga mendapat akomodasi dari IOM. Sebagian mereka ditempatkan di Penginapan Kupang In, Hotel Ina Boi dan Hotel Lavander dengan pelayanan standard.

Ariyanto berharap dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh, bisa menjadi bekal bagi para imigran ketika kembali ke negaranya.

Umid, salah seorang imigran peserta ujian yang ditemui mengaku senang mengikuti pengajaran dan ujian di Yayasan Purnama Kasih. Dia mengaku mendapatkan pengetahuan sehingga mampu bersosialisasi dengan masyarakat yang cukup ramah dengan imigran.

Dia mengaku nyaman berada di Indonesia karena aman dan masyarakatnya ramah.(gem)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved