Breaking News:

Kepala DPMPTSP NTT Sebut tidak Keluarkan Izin untuk Investasi Bodong

Tidak ada izin; siapa yang mau berikan? Kami sudah konsultasi dengan BKPM, tidak ada,

POS KUPANG.COM/INTAN NUKA
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marsianus Jawa saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis 3 Juni 2021 pagi.  

Kepala DPMPTSP NTT Sebut tidak Keluarkan Izin untuk Investasi Bodong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marsianus Jawa menegaskan bahwa dinas tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan surat izin atas jenis investasi yang dilakukan MB alias Adun.

Menurutnya, Satgas Waspada Investasi telah menyatakan berulang kali dalam berbagai rapat yang mereka lakukan bahwa izin tidak akan diberikan.

"Tidak ada izin; siapa yang mau berikan? Kami sudah konsultasi dengan BKPM, tidak ada," kata Marsi kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis 3 Juni 2021 pagi.

Marsi mengatakan, MB alias Adun memang melaporkan akan mengurus perizinan terkait penghimpunan dana masyarakat.

Namun, belum mendapatkan izin. Dinas sendiri telah berkoordinasi dengan OJK, BKPM, dan Satgas Waspada Investasi. Bahkan, dinas pernah mengeluarkan surat permohonan mediasi yang ditujukan kepada Kepala BKPM tanggal 5 Februari 2021 agar melalui Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan penghimpunan dana yang dimaksud.

"Sampai Satgas Waspada Investasi menyatakan bahwa benar-benar tidak mungkin ada izin. Setelah itu, sikap kami ya saya bilang ke dia, tolong mengembalikan semua uang nasabah. Saya telpon dia: Kembalikan sudah uang orang," tegas Marsi.

"Kami sudah bersepakat, bahkan dia buat pernyataan. Saya lupa tanggal pastinya," kata Marsi melanjutkan.

Baca juga: Tersangka Kasus Inventasi Bodong Direktur PT ADS Tiba di Bandara Ende

Dia angkat bicara terkait kehadiran dirinya dalam peresmian kantor PT Asia Dinasti Sejahtera milik MB alias Adun di Kabupaten Ende. Marsi menjelaskan, kehadiran dirinya dalam acara tersebut lantaran pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka investasi bodong tersebut memang telah mengurus beberapa jenis usaha sehingga mendapatkan SIUP dari DPMPTSP Kabupaten Ende.

Suasana tibanya tersangka MB di Bandara Hasan Aroeboesman Ende, Kamis (3/6/2021).
Suasana tibanya tersangka MB di Bandara Hasan Aroeboesman Ende, Kamis (3/6/2021). (POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI)

"Ada beberapa jenis izin yang dia urus. Ada empat izin kalau tidak salah. Tapi dari sekian izin itu, ada satu yang tidak bisa diproses. Izin lainnya ada, punya SIUP, SITU, karena dia punya usaha gudang, perkebunan, pertokoan. Jadi, dia undang saya, ya saya hadir," kata

Mantan Kepala Inspektorat NTT ini juga sempat bertanya kepada masyarakat, baik yang memasukkan dana besar maupun kecil, bagaimana keuntungan yang didapat. Mereka pun menjawab memperoleh keuntungan dari usaha milik MB alias Adun.

Baca juga: Kepala OJK NTT :  Investasi Bodong, OJK Ingatkan Masyarakat Paham 2L

Marsi melihat bahwa maraknya investasi bodong karena masyarakat juga menginginkan perolehan keuntungan yang besar dan cepat. Ketika seseorang punya kemampuan melakukan investasi bodong, dia akan menunjukkan bahwa orang-orang pertama akan mendapatkan keuntungan dari usaha itu. Jadi, disitulah strategi yang digunakan untuk menarik minat masyarakat bergabung dalam investasi.

"Saya imbau masyarakat untuk lebih selektif terhadap ajakan berinvestasi. Kendati dalam kondisi Covid-19 yang sulit, kita jangan terjebak dengan tawaran yang menggiurkan. Jangan cepat percaya. Harus cermati mana yang legal dan tidak," imbau Marsi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved